,

,
  • Berita Terkini

    Rabu, 11 Oktober 2017

    Buat Yang Suka Lembur



    CINTAILAH PEKERJAANMU, TAPI JANGAN PERNAH JATUH CINTA KEPADA JABATANMU, KARENA KAMU TIDAK PERNAH TAHU KAPAN JABATANMU BERHENTI MENCINTAIMU.

    Kita sering menjumpai orang-orang yang bekerja selama 12 jam sehari, 6 hari dalam seminggu. Banyak sekali waktu yang habis berkutat dalam pekerjaan, bahkan kadang kita menjumpai pekerja yang bekerja lebih dari 12 jam sehari, bahkan sampai tengah malam, atau 2/3 waktu sehari habis oleh pekerjaan. Beberapa diantaranya melakukan hal tersebut karena diburu-buru oleh deadline, memenuhi target yang telah ditetapkan. Bagi mereka, waktu-waktu panjang yang penuh lembur hanyalah bersifat sewaktu-waktu saja. Ada pula yang menjalani jam-jam panjang dalam hari-hari mereka selama bertahun-tahun, entah karena orang-orang ini merasa telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan, atau bisa juga disebut workaholic. Kita tidak menyadari bahwa kita bisa menjadi budak dari pekerjaan, tanpa kita sadari banyak yang telah menjadi korban akibat sikap kita tersebut. “Pekerjaan dikerjakan sesuai waktu dan berkala, jangan sampai kita mengerjakannya dengan mengorbankan waktu untuk keluarga atau lembur yang berlebihan” Moch. Makhrus mengatakan dalam sebuah sesi di sela-sela rapat dewan guru MTs Negeri Majenang.

    Apapun alasan yang orang buat untuk bekerja lembur, kondisi tersebut berpengaruh TIDAK BAIK kepada orang yang menjalani maupun orang-orang sekitarnya. Berada dalam kantor selama berjam-jam dalam rentang waktu yang lama dan mungkin berhadapan dengan layar komputer, bisa menimbulkan potensi yang cukup besar bagi yang menjalaninya untuk membuat kesalahan. Kesalahan tersebut akibat konsentrasi yang semakin lama-semakin menurun. Rekan-rekan kerja yang sering kita kenal sering bekerja lembur, sering membuat kesalahan karena faktor kelelahan. Membetulkan kesalahan-kesalahan ini tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga tidak saja dari dirinya sendiri, melainkan orang lain yang secara langsung, dan hasilnya pun tidak akan maksimal. Tetapi jika lembur itu dilakukan untuk kepentingan tertentu dan tidak menjadi kebiasaan itu boleh-boleh saja.

    Masalah lain adalah orang-orang yang bekerja pada perusahaan yang menetapkan waktu kerja yang ketat seringkali bukanlah orang-orang yang secara pergaulan menyenangkan. Para karyawan dari perusahaan dengan tipe seperti ini sering mengeluh atau komplain mengenai orang lain (yang tidak bekerja sekeras mereka). Mereka menjadi mudah tersinggung, dan mudah marah. Orang-orang lain menjauhi mereka. Perilaku semacam ini secara organisasi tentunya merupakan masalah besar,  hasil besar akan dicapai oleh sebuah organisasi apabila ada jalinan harmonis dalam kerja sama tim antar karyawannya, bukannya bekerja sendiri-sendiri dan saling menjauhi.

    "Cintai pekerjaanmu, tetapi janganlah jatuh cinta kepada jabatanmu". Sebuah kata yang mungkin akan menjadi sesalan ketika jabatan yang melekat kini telah pergi. Bukankah ketika seorang yang begitu hebat dalam pekerjaan, mereka sekuat tenaga lembur demi untuk mengejar banyak hal, misalnya pengakuan dan simpati dari pimpinan. Ketika tubuh kita telah rapuh karena dimakan pekerjaan terlalu banyak lembur, apakah mereka akan memperhatikan kondisi kita di masa tua nanti. Kita hanya akan jadi pajangan di gudang tua yang tak ternilai. Cintai diri kita dan pekerjaan kita, tetapi jangan lupa di sekitar kita ada orang yang mengharap perhatian kita, yaitu keluarga kita.


    Oleh Mujtahid, S.Pd. Guru MTs Negeri Majenang
     

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Buat Yang Suka Lembur Rating: 5 Reviewed By: slamet riyadi
    ispi
    ispi
    Scroll to Top