,

,
  • Berita Terkini

    Jumat, 13 Januari 2017

    Ceritaku Menjadi Siswa Kelas Khusus



    Nama saya Uni Nur Karomah. Lahir dari keluarga sederhana  sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara. Saya tinggal bersama orang tua tercinta di Desa Mulyadadi, Majenang, Jawa Tengah. 

    Saat ini saya duduk di kelas 8G sebagai kelas program khusus agama. Kegiatan yang biasa saya ikuti adalah les agama. Biasanya kami berangkat sekolah pukul 06.30 WIB dan pulang pada pukul 15.30 WIB.  Pelajaran umum dimulai mulai pagi hingga siang kurang lebih sampai pukul 13.40 WIB.

    Saya sangat bersyukur  menjadi salah satu siswa yang mengikuti kelas berprogram khusus. Mengapa? Karena kami masuk melalui test terlebih dahulu. Kelas program khusus sendiri berlangsung selama 4 hari, yaitu mulai Senin sampai hari Kamis. Diantara mata pelajarannya adalah Safinah kitab kuning , sorof, ta’lim muta’alim dan tahfdz. Guru yang mengajar diantaranya Bapak Jaelani, S.Ag, Bapak Darto S.Ag, Bapak Drs.H. Syukur dan Ibu Nurul Mukaromah, S.Ag.

    Kami setiap sore menyetorkan hafalan kepada guru mata pelajaran masing-masing. Setelah pulang sore, biasanya saya mengaji sampai ba’da Isya. Setelah itu, saya belajar sampai pukul 22.00 WIB.

    Di kelas program khusus ini, saya menjadi lebih disiplin dan lebih bisa mengatur waktu terutama mengurangi pemakaian handphone yang berlebihan. Salahsatu teman yang saya kagumi adalah Husni Faizah karena selain pandai ilmu umum ia juga pandai ilmu agama dan siswi yang meraih peringkat 1 paralel di kelas 8.

    Saat saya duduk di 7 saya sering mengikuti lomba-lomba keagamaan.Diantaranya adalah saya pernah mengikuti lomba hadroh tingkat kecamatam, lomba murotal tingkat distrik Majenang. Selain itu pernah mengikuti lomba AKSIOMA cabang lomba pidato Bahasa Indonesia dan saya meraih juara 1. Semua itu diraih dengan penuh usaha dan kerja keras, tentunya tak lupa minta do’a orang tua. 
    Dulu saya juga pernah mengalami kegagalan, tapi saya mencoba bangkit dan melupakan kegagalan itu. Dari keterpurukan itulah saya bisa membangun semangat baru demi mengharumkan nama madrasah dan orang tua.

    WHERE THERE IS A WILL THERE IS A WAY. 

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Ceritaku Menjadi Siswa Kelas Khusus Rating: 5 Reviewed By: MTs Negeri Majenang
    ispi
    ispi
    Scroll to Top