,

,
  • Berita Terkini

    Sabtu, 05 September 2015

    Ikut Karnaval itu Bikin Capek Tapi Menyenangkan

    Oleh : Nuril Mubaroroh Miratussofiyah
    Siswi kelas 8C MTs Negeri Majenang, Bendahara kelas 8C dan peserta ekstrakurikuler jurnalistik

    Perkenalkan namaku Nuril Mubaroroh Miratussofiyah. Saat ini aku duduk di kelas 8C MTs Negeri Majenang. Aku akan menceritakan pengamanku saat mengikuti karnaval bulan lalu. 

    MTs Negeri Majenang tahun ini turut berpartisipasi kembali mengikuti karnaval yang diadakan oleh Pemerintah Kecamatan Majenang dalam rangka memperingati HUT RI ke-70. Dalam rangka persiapan karnaval, para wali kelas memasuki kelasnya masing-masing untuk mengumumkan kegiatan tersebut.

    Wali kelasku, Bapak Deni Kurniawan As’ari masuk ke kelas 8C dan beliau mengumumkan tentang persiapan karnaval. “Siapa diantara kalian yang akan mengikuti karnaval,” ujarnya. Teman-temanku hampir serempak mengacungkan tangan. Mereka kelihatan gembira karena akan mengikuti kegiatan karnaval lagi. 

    Selanjutnya satu persatu siswa kelas 8C ditanya bidang yang akan diikutinya. Saat giliranku maka dengan mantap aku menjawab akan mengikuti bidang kesenian yaitu hadroh karena sebelumnya sudah dihubungi Pak Sarifudin sebagai pembina hadroh. Aku sempat berfikir bahwa dengan mengikuti tim hadroh berarti nanti aku dan rombongan akan naik kendaraan.

    Selasa pagi seluruh siswa dan guru MTs Negeri Majenang melakukan persiapan atau gladi resik karena siangnya akan tampil pada ajang karnaval. Teman-temanku yang mengikuti  bidang bhineka tunggal ika dibolehkan tidak masuk sekolah karena mereka musti ke salon untuk menghas wajah dan memilih baju serta perlengkapan lainnya yang akan mereka gunakan saat karnaval. Selanjutnya pada pukul 10.00 WIB para siswa dipulangkan lebih awal agar para siswa tidak terlalu capek sekaligus persiapan untuk mengikuti karnaval pada siang harinya.

    Saat yang kutunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Selasa siang, pukul 12.15 WIB aku berangkat ke Alun-alun Majenang bersama dengan temanku Krisna dan Rista. Sesaat sampai di Alun-alun Majenang aku bertemu dengan temanku yang kebetulan juga mengikuti hadroh bersamaku. Dia bernama Uni. Akhirnya aku dan Uni mencari rombongan hadroh yang lain. Rupanya teman-temanku yang bidang hadroh berkumpul terlebih dahulu di madrasah. Akhirnya setelah bertemu aku ikut bergabung bersama rombongan hadroh lainnya.

    Saat akan menuju ke lokasi aku bertemu dengan ibu Nurul Mukaromah, S,Ag salah satu pembimbing bidang keagamaan. “Nuril dan Uni tidak jadi ikut hadroh karena pesertanya semua laki-laki. Tim hadroh ikut di mobil khusus,” ujar beliau. Akhirnya aku memilih bidang pendidikan karena saat itu aku mengenakan baju OSIS dan temanku, Uni memilih bidang keagamaan.
    Aku (posisi paling tengah mengenakan seragam OSIS) saat membawa spanduk 

    Awalnya aku, Rista dan Krisna yang memegang spandaat uk akan tetapi agar satu baris menjadi OSIS akhirnya semua yang memegang spanduk adalah aku, Pradika (teman sekelasku) dan temanku yang lain. Perjalanan saat karnaval sungguh melelahkan namun juga menyenangkan.

    Di tengah perjalanan saat haus menghampiriku, alhamdulillah aku diberi permen, minuman dan roti oleh bapak/ibu guru. Saat itu enak sekali rasanya minum apalagi roti. Mungkin saking haus dan lapar karena berjalan hampir 3 jam.  Sepanjang perjalanan begitu banyak masyarakat yang menyaksikan. Aku berusaha untuk tetap berjalan dengan rapi walaupun terasa capek. Akhirnya sampai juga ke finish setelah hampir 3 jam berjalan melewati kerumunan orang-orang di sepanjang jalan yang dilewati peserta karnaval.

    Setelah selesai mengikuti karnaval hari sudah sore. Rupanya angkot sudah tidak ada lagi. Aku sempat kebingungan untuk pulang ke tempat kostku di Pahonjean. Di tengah kebingungan itu Pak Deni, wali kelasku menyarankan untuk ikut motornya Pak Muntasyir sampai madrasah. Namun rupanya Pak Muntasyir ada kepentingan di rumahnya yang letaknya berlawanan dengan tempat kostku. Akhirnya aku ikut mobilnya Pak Yusup Wibisono, S.Pd (guru bahasa Inggris) yang mobilnya digunakan sebagai kendaraan pengangkut peserta yang sakit. Setelah sampai di madrasah aku langsung pulang ke rumah. Saat di rumah itulah aku merasakan betapa kaki, tangan  dan semua anggota tubuhku pegal-pegal semua. Aku langsung tidur, namun sebelum tidur aku tunaikan terlebih dahulu sholat ashar terlebih dahulu.

    Itulah pengalamanku saat mengikuti karnaval. Sangat capek namun juga menyenangkan. Pengalamanku ini tak akan aku lupakan sepanjang hidupku.


    ****
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Ikut Karnaval itu Bikin Capek Tapi Menyenangkan Rating: 5 Reviewed By: MTs Negeri Majenang
    ispi
    ispi
    Scroll to Top