,

,
  • Berita Terkini

    Minggu, 13 September 2015

    Manjadda Wajada, itu Prinsip Hidup Saya

    Oleh : Rosiana Masitoh
    Alumni MTs Negeri Majenang, Mantan Ketua OSIS dan kini Mahasiswa Universitas Negeri Semarang peraih beasiswa BIDIKMISI dari Kemdikbud

    Nama saya Rosiana Masitoh, lahir di Cilacap, 23 September 1995, anak tertua dari empat bersaudara. Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Ayah saya merupakan seorang petani begitupun ibu saya. Saya memulai pendidikan di RA Masithoh 06 Pahonjean, dilanjutkan ke MI Ma’arif 01 Pahonjean. Orang tua saya menghendaki agar saya belajar di madrasah agar memperoleh pendidikan agama yang lebih banyak sebagai pegagan hidup nantinya, karena hal tersebutlah saya menempuh pendidikan sekolah menengah pertama di MTs Negeri Majenang.

    Saya masuk pada tahun 2007 dan lulus pada tahun 2010. Di MTs Negeri Majenang saya mulai mengenal OSIS. Saya tahu, OSIS dapat membuat saya memiliki keterampilan berbicara dengan baik di depan orang banyak, hal itulah yang sangat saya inginkan. Oleh karena itu saya bertekad untuk bisa menjadi pengurus OSIS pada masa itu. Dengan melalui berbagai seleksi akhirnya saya diterima menjadi salah satu pengurus OSIS MTs Negeri Majenang, satu periode kepengurusan saya menjabat sebagai staf, sampai pada pemilihan ketua OSIS periode berikutnya, saya mengajukan diri untuk menjadi ketua OSIS MTs Negeri Majenang. Meskipun saya seorang perempuan, tetapi saya punya tekad yang kuat untuk bisa memimpin. Akhirnya saya terpilih sebagai ketua OSIS MTs Negeri Majenang, dengan jabatan yang saya miliki, saya memperoleh banyak sekali pengalaman yang membuat saya mampu berbicara dengan baik di depan orang banyak, sama seperti apa yang saya cita-citakan. Selain aktif di OSIS saya juga aktif di Pramuka dan ekstrakurikuler  bahasa Inggris. Saya sering mengikuti lomba pidato bahasa Inggris dan lomba-lomba kepramukaan.

    Dalam masalah akademik, saya memang tidak terlalu pintar. Tetapi saya tetap bersyukur karena selalu masuk kelas unggulan dari mulai kelas 1 sampai kelas 3. Di kelas unggulan saya mendapat rangking 4 pada kelas 1, 6 pada kelas 2, dan 5 pada kelas 3. Dan pada ujian nasional saya memperoleh hasil yang cukup memuaskan.

    Setelah lulus MTs saya melanjutkan sekolah ke MAN Majenang. Mulai di MAN Majenang inilah saya jatuh cinta pada pelajaran matematika. Di MAN juga saya aktif ikut OSIS, pramuka, ekstrakurikuler  bahasa Inggris,  KIR dan PKS. Dengan kesibukan organisasi yang saya ikuti, alhamdulillah saya selalu memperoleh rangking pertama di kelas dari mulai kelas satu sampai kelas tiga. Di MAN saya sering mengikuti kegiatan olimpiade, khususnya olimpiade matematika, hal inilah yang membuat saya semakin mencintai matematika. Meskipun saya belum pernah mendapatkan juara saat olimpiade tetapi saya merasa bangga dengan apa yang saya jalani. Sejak saat itulah saya memutuskan untuk menekuni matematika dan berencana untuk mengambil konsentrasi di matematika ketika saya kuliah.

    Keinginan kuliah saya bukan keinginan yang mudah, hal itu dikarenakan saya bukan berasal dari orang kaya. Ayah saya yang hanya seorang petani dengan empat orang anak tidak akan mampu membiayai kuliah saya. Akan tetapi, meskipun dengan keadaan yang demikian, saya tidak pernah berpikir untuk menyerah, saya terus bertekad bahwa saya mampu kuliah bagaimanapun keadaanya. Saya mulai lebih giat belajar ketika UN mendekat, saya bertekad untuk mendapatkan beasiswa BIDIKMISI agar saya bisa kuliah tanpa membebani kedua orang tua saya. Sebelum ujian nasional diselenggarakan saya sudah mendaftarkan diri untuk kuliah melalui jalur SNMPTN, saya sangat berharap agar saya bisa masuk perguruan tinggi melalui jalur tersebut dan tentu saja dengan jalur beasiswa BIDIMISI dan dengan program studi pendididikan matematika.

    Akan tetapi, perjuangan saya tidak semudah yang diharapkan, meskipun saya berhasil menjadi lulusan terbaik di MAN Majenang, ternyata saya tidak lolos dalam  SNMPTN. Saya merasa putus asa, akan tetapi saya tidak menyerah, saya mencoba bergai cara untuk bisa masuk perguruan tingi dengan jalur beasiswa. Saya mengikuti SBMPTN dengan tujuan di Universitas Negeri Semarang program studi pendididikan matematika dan SNMPTAIN di UIN Sunan Kalijaga program studi pendididkan matematika. Ternyata alhamdulillah, saya diterima di Universitas Negeri Semarang program studi pendididikan matematika dengan beasiswa BIDIKMISI. Hal tersebut membuat saya merasa sangat bersyukur, karna meskipun orang tua saya hanya seorang petani akan tetapi saya bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sampai saat ini saya masih berusaha yang terbaik agar nantinya saya bisa memperoleh beasiswa S2 dan bisa menjadi PNS, dan membahagiakan kedua orang tua saya serta adik-adik saya.

    Saya selalu percaya, ketika mencoba untuk berani, selalu memanfaatkan kesempatan yang kita miliki, bersungguh-sungguh dalam berusaha, dan  tentunya dengan selalu berdoa kepada Allah SWT, maka apa yang kita inginkan insya Allah bisa tercapai. Jadi selalu semangat berjuang dan jangan pernah menyerah. Manjadda Wa Jadda itu prinsip hidup saya yang selalu saya pegang teguh sampai saat ini.

    ***
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Manjadda Wajada, itu Prinsip Hidup Saya Rating: 5 Reviewed By: MTs Negeri Majenang
    ispi
    ispi
    Scroll to Top