,

,
  • Berita Terkini

    Selasa, 25 Agustus 2015

    Efektivitas Kurikulum 2013 Dalam Fakta Kekinian?

    Oleh : Sarifudin, S.Pd.I
    Staf Pendidik MTs Negeri Majenang

    Pandangan
    Cita-cita luhur bangsa ini memang terukur dari kualitas dan kuantitas sumber daya manusianya. Sumber daya manusia bagian terpenting untuk menuju kualitas dan kuantitas. Kualitas begitu penting dalam mengevaluasi proses kegiatan belajar dalam ruang lingkup pendidikan, sehingga kuantitasnya juga tidak terabaikan. 

    Keberhasilan pendidikan sebetulnya terdapat pada budaya keseharian baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakatnya. Sebab terbentuknya karakter peserta didik dalam interaksi human society, jangkauan terdekat adalah dari perilaku manusia dewasa. Manusia dewasa itu siapa saja? Pejabat, guru, orang tua, tokoh masyarakat. Lalu apa fungsi kurkulum bagi pendidikan? Konsumsi kurikulum yang berubah-ubah seolah tidak bisa menyelesaikan masalah kualitas dan kuantitas ekspektasi masyarakat terhadap dunia pendidikan.

    Letak Fakta
    Kurikulum menurut sebagian kalangan akademis memang penting, ini tergambar dari sosok Khalifah Abu Ja’far al-Mansyur yang memberikan pendidikan bagi putra-putranya yakni, bagaimana kualitas gurunya, bagaiana keadaan lingkungan sekolahnya, bagaimana kurikulumnya. Perhatian Khalifah Abu Ja’afar al-Mansyur terhadap masa depan anaknya, sangat jauh berbanding terbalik dengan keadaan fakta dan harapan output sekolah. Namun tidak semuanya, ada juga sekarang orang tua yang sangat open terhadap bagaimana proses pendidikan bagi putranya.

    Sekolah saat ini sebagai cambuk tolak ukur nasib suatu saat kelak generasi keturunan dari sebuah keluarga. Padahal dari pendidikan sekolah hanya diambilkan contoh secara teoritis saja dalam faktanya. Lalu peran Kurikulum 2013? Dia menjawab proses pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar, guru dianggap sebagai fasilitator bukan tutor. Seyogyanya demikian harapan dari kurikulum 2013. Namun dalam faktanya sulit memang untuk mempraktekkan. Sarana prasaranakah yang kurang Memadai? Ada yang menjawab Iya, ada juga yang menjawab bukan.  Tapi kami menjawabnya iya, karena penting adanya sarana dan prasarana yang memadai untuk mengubah gaya mengajarnya. Contoh terdekat adalah saya pribadi, niat untuk mengubah lebih baik dan welcome perubahan gaya mengajar.

    Terkadang kita sudah siap dengan penyesuaian dari rencana pelaksanaan pembelajaran, namun banyak hal yang diantaranya perangkat serta kesiapan peserta didik dalam mngenal kurikulumnya. Apakah hanya masalah peserta didik saja yang bisa disalahkan? Atau sarana prasarananya juga? Entahlah yang jelas sebaik-baiknya kurikulum yang dirancang dan dibuat oleh pemerintah, yang jelas banyak faktor diataranya  adalah masalah Sumber daya manusia secara keseluruhan.

    Pemerintah seyogyanya mempersiapkan sumber daya manusia dengan matang untuk menghadapi era global, di mana nantinya negara manapun akan bersaing di negara lain. Apakah Kurikulum 2013 sebagai benteng pendidikan yang telah dipersiapkan untuk menghadapi era global tersebut? Jawabanya bisa iya dan tidak tergantung pada persepsi kita masing-masing.

    Solusi perubahan setiap pergantian sang pemimpin dalam dunia pendidikan seolah melekat pada pendidikan di negara kita saat ini, namanya berbeda tapi rasanya sama. Apakah penyebabnya? Bisa karena pendidikan SDM, juga bisa dari faktor kesiapan masyarakat sebagai pemerhati pendidikan. Berbicara soal teori sangatlah mudah, tapi mempraktekan teori itulah tidak mudah.

    Jeritan Guru dalam kurikulum 2013 belum bisa terjawab, berkesan ngambang dan setengah-setengah dalam persiapan itulah faktanya. Seyogyanya kurikulum 2013 sebagai jawaban pendidikan masa kini, namun dalam faktanya berjalan seolah tergantung metode personal guru masing-masing. Salam dari saya yang rindu akan gaung output peserta didik gemilang menatap masa depan.


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Efektivitas Kurikulum 2013 Dalam Fakta Kekinian? Rating: 5 Reviewed By: MTs Negeri Majenang
    ispi
    ispi
    Scroll to Top