,

,
  • Berita Terkini

    Senin, 27 Oktober 2014

    Investasi Lingkungan Dalam Kehidupan

    Oleh : Sarifudin, S.Pd.I.
    Staf Edukatif MTs Negeri Majenang, Mahasiswa Pascasarjana STAIN Purwokerto

    Investasi umumnya berada dalam sebuah perusahaan sebagai lahan saham dan modal untuk bidang bisnis. Investasi menjadi berkembang jika perusahaan itu bisa memiliki keuntungan cukup besar dan tentunya dengan manajemen  yang baik. Apapun bentuk investasi yang ditanamkan kedalam sebuah perusahaan jika dikelola dan dimanage dengan baik, maka akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Jadi Investasi sering juga disebut penanaman modal atau pembentukan modal.

    Berbeda tapi sama dalam hal investasi, di bidang pendidikan pada prinsipnya sama, yang membedakan adalah investasi di perusahaan umumnya terbentuk untuk membangun pertumbuhan perekonomian. Sedangkan dalam pendidikan, modal dasar utama untuk membentuk siswa berkarakter adalah dengan penanaman akhlaq mulia sedini mungkin, untuk mencegah ke hal-hal yang kita tidak inginkan.  Penanaman akhlaq mulia sejak dini sangat diperlukan mengingat perkembangan zaman semakin berwujud dalam segala aspek kehidupan khususnya bidang ilmu Tekhnologi, tentunya sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. 

    Pendidikan yang seimbang antara agama dan pengetahuan, tentunya sangat menentukan arah bagi generasi kita yang lebih baik. Secara intensitas pertumbuhan ekonomi, Indonesia sekarang sedang merangkak menuju negara berkembang. Begitu pula dengan dunia pendidikan juga mengalamai perkembangan yang signifikan. Signifikansi perkembangan itu tentunya harus diseimbangkan dengan nutrisi lingkungan sebagai pondasi dasar keberagaman kehidupan didalam masyarakat.
     
    Nutrisi lingkungan yang dimaksud adalah pertama, lingkungan pendidikan. Lingkungan ini dapat berupa fisik, sosial, budaya, keamanan dan kenyamanan. Antara proses kegiatan pendidikan dengan lingkungan merupakan dua hal yang tidak bisa dilepaskan, artinya bahwa dalam nutrisi ini manusia melakukan hubungan timbal balik antara dirinya dan lingkungannya. Dalam hal Arif Rahman (2013 : 196) mengemukakan tentang lingkungan pendidikan dilihat dari dimensi ini, dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: (1) lingkungan keluarga, (2) lingkungan sekolah, dan (3) lingkungan masyarakat. Sedangkan menurut pendapat Ki Hajar Dewantara (2013 : 197) mencetuskan “tri sentra pendidikan” yang mengacu kepada lingkungan pergaulan yang menjadi pusat pendidikan bagi anak. Dalam konsep Ki Hajar Dewantara lingkungan pergaulan yang dimaksud adalah alam keluarga, alam pergaulan (sekolah), dan alam pergerakan pemuda (masyarakat). Jadi dari kedua pendapat dapat ditarik kesimpulan bahwa nutrisi akhlaq melalui lingkungan pendidikan adalah upaya pendidikan tidak cukup hanya disandarkan kepada sikap dan tenaga pendidik, akan tetapi juga harus disertai suasana pendidikan sebagai satu kesatuan sistem pendidikan yang memberikan pengalaman pendidikan kepada peserta didik.

    Kedua, lingkungan keluarga. Dalam proses pendidikan melalui lingkungan keluarga adalah dalam hal budi pekerti. Dalam kehidupan keluarga, anak mula-mula belajar bagaimana hidup saling menyayangi, saling berbagi, saling membutuhkan dengan orang lain sehingga berkembang menjadi pendidikan kesosialan. Jadi lingkungan keluarga yang bersahabat dan keluarga yang nyaman akan berpengaruh bagi batiniyah dan lahiriyah anak. Oleh karena itu lingkungan keluarga menurut Arif Rohman (2013 : 200) memiliki beberapa fungsi yaitu (1) Fungsi proteksi yaitu anak dalam keluarga mendapat perlindungan, perawatan, serta selalu dijaga dari gangguan keamanan yang mengancam keselamatan jiwa dan raganya, (2) Fungsi  rekreasi yaitu anak dalam keluarga merasa damai,tentram, gembira bersama dengan anggota keluarga lainnya sehingga kehidupan keluarga menjadi sarana hiburan bagi anak. (3) Fungsi inisiasi yaitu anak diperkenalkan dengan sejumlah nama-nama benda, binatang, orang yang ada disekitarnya. (4) Fungsi sosialisasi yaitu anak diwarisi nilai-nilai, norma, kebiasaan, dan adat istiadat yang dimiliki keluarga dan masyarakat. (5) dan Fungsi edukasi adalah anak diberi pengalaman belajar untuk bisa berkembang seluruh daya dan potensinya sehingga nantinya menjadi sosok manusia yang berkepribadian utuh.

    Ketiga, lingkungan masyarakat. Masyarakat menjadi penentu keberagaman perilaku anak agar dalam kehidupan anak dikembangkan pola-pola tingkah laku dan sikap yang sangat bermanfaat dalam rangka mencukupi kebutuhan hidup manusia (human needs) dan dalam rangka merumuskan penyelesaian konflik (resolving conflict). Proses lingkungan masyarakat bermula dari aneka ragam karakter manusia, aneka ragam situasi sosial, aneka ragam wilayah dan aneka ragam informasi mengenai karakter positif dan negatif. Lingkungan masyarakat yang baik adalah jika lingkungan tersebut mampu mendorong kepada pelaku masyarakat agar selalu berinteraksi antar sesama sehingga terjalin lingkungan yang kondusif.
    Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya beberapa pengaruh terhadap perilaku dan sifat pada karakter anak yang didapatkan dari ketiga lingkungan yakni lingkungan pendidikan, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat itu mempunyai dampak positif dan negatif, tergantung dari masing-masing para pelaku lingkungan. Sehingga tidak ada lagi penilaian yang mengatakan bahwa sesuatu yang baik akan berakibat baik, sesuatu yang buruk akan berdampak buruk akan tetapi pengalaman yang ada akan merubah seseorang menjadi baik begitu juga sebaliknya.


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Investasi Lingkungan Dalam Kehidupan Rating: 5 Reviewed By: MTs Negeri Majenang
    ispi
    ispi
    Scroll to Top