,

,
  • Berita Terkini

    Sabtu, 19 Juli 2014

    Ekspektasi Masyarakat Terhadap Pendidikan di Madrasah

    Oleh : Sarifudin, S.Pd.I. 
    Staf Edukatif  MTs Negeri Majenang dan Mahasiswa Pascasarjana STAIN Purwokerto Konsentrasi Manajemen Pendidikan Islam 

    Era sekarang ini orang berharap banyak terhadap pendidikan. Lewat pendidikan semua orang sangat berharap akan ada perubahan pola hidup dan perilaku generasi masa depan. Memang tidak bisa dielakan era sekarang, masyarakat mulai membutuhkan pendidikan yang seimbang sebagai bekal untuk menghadapi arus akses teknologi yang sangat mudah didapatkan. Perkembangan zaman tidak bisa dikesampingkan lagi dan tidak bisa dihindari, apalagi hanya dengan bekal pengetahuan umum saja. Tentunya hal demikian butuh perhatian penuh antara pendidik dan anak didik.

    Pendidikan bernuansa Islami memang solusi tepat untuk membentengi moral anak bangsa zaman sekarang. Pendidikan Islam menurut Haidar Putra Daulay (2004 : 65) pada dasarnya adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk pribadi muslim seutuhnya, mengembangkan seluruhnya potensi manusia baik yang berbentuk jasmani maupun rohani. Potensi manusia yang berbentuk jasmani adalah potensi sesuatu hal terkait pergerakan tubuh atau life skill. Sedangkan potensi manusia yang berbentuk rohani merupakan bagian pencernaan dari hal-hal yang bersifat ibadah. Di antara keduanya menjadi satu untuk kebutuhan jasmaniyah dan rohaniyah pada diri manusia itu sendiri. Sehingga menumbuh suburkan hubungan yang harmonis setiap pribadi dengan Allah SWT, manusia dan alam semesta. Sehingga pendidikan menurut Faisol (2011 : 7) merupakan wahana untuk mengasuh, membimbing, dan menididik putra putri generasi penerus bangsa untuk bisa menjadi warga negara yang baik supaya mempunyai keseimbangan hidup antara duniawi dan ukhrawi. Keseimbangan hidup dalam hal ini pendidikan memang sudah menjadi selayaknya ditekankan pada masa generasi sekarang, sebagai pondasi kuat dalam menghadapi arus globalisasi yang sekarang sudah mulai kita rasakan. Masyarakat sekarang banyak berharap dari buah hasil pendidikan, tentunya ini menjadi pemicu antusias seluruh anggota lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. 


    Modernitas tekhnologi dalam dunia pendidikan pada saat ini cukup membantu sebagian masyarakat sebagai media informasi. Dalam dunia pendidikan kebutuhan akan informasi didapatkan melalui proses kegiatan pembelajaran dari seorang  guru (transfer of knowledge) yang meliputi pengetahuan umum dan agama. Sehingga sistem pendidikan Islam harus dibangun di atas konsep kesatuan (integrasi) antara pendidikan qalbiyah dan pendidikan aqliyah. Dengan demikian, pendidikan Islam menurut Soleh Bagja (2005 : 179) mampu menghasilkan manusia Muslim yang pintar secara intelektual dan terpuji secara moral. Disinilah pentingnya penggalian pendidikan yang bersifat qalbiyah dan pendidikan aqliyah. Sehingga mampu merealisasikan pendidikan yang berbasis masyarakat, ini berarti kebutuhan masyarkat terpenuhi akan pendidikan agama dan pengetahuan umum. 

    Madrasah sebagai sarana pendidikan yang berciri khas Islam yang termaktub penyeimbang antara pengetahuan umum dan agama. Dalam hal demikian, masyarkat mempunyai keyakinan akan putra-putrinya yang dititipkan di madrasah, suatu saat kelak menjadi putra-putri yang bisa membanggakan kedua orang tua. Kondisi zaman sekarang yang sedang merebak degradasi moral dan mental, maka dibutuhkan pendidikan yang cukup, sebagai bekal masa depan. Perhatian masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang asal-asalan, saat ini mulai ditinggalkan. Maka dari itu pentingnya memperhatikan kualitas sumber daya manusia yakni tenaga pendidik dan kependidikan. Karena itulah kaitan masyarakat dan pendidikan menurut Umar Tirtarahardja dan S.L La Sulo (2005 : 179) dapat ditinjau dari tiga segi yaitu : Pertama, masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan baik dilembagakan maupun tidak dilembagakan. Kedua, lembaga-lembaga masyarakat atau kelompok sosial masyarakat baik langsung maupun tidak langsung mempunyuai peranan dan fungsi edukatif dan ketiga dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang maupun tidak dirancang dan dimanfaatkan.
    Dengan demikian sudut pandang tentang masyarakat adalah sistem sosial yang di dalamnya unit-unit melakukan saling hubungan dalam memberi aksi dan reaksi terhadap setiap peristiwa. Setiap aksi-reaksi masyarakat merupakan respon sekaligus stimulan bagi munculnya inovasi dan transformasi dalam masyarakat itu sendiri. Selama ini orang berharap banyak terhadap pendidikan Islam khususnya madrasah. Sebab lewat pendidikan di madrasah, maka anak-anaknya selain menjadi cerdas, juga diharapkan memiliki akhlak yang baik. Atas dasar  itu, maka lembaga pendidikan Islam yang dikenal maju akan menjadi rebutan orang.  Banyak lembaga pendidikan Islam khususnya masyarakat di perkotaan, meskipun harus membayar dengan biaya yang eksklusif,  banyak  didatangi oleh calon wali murid yang mengetahui mutu dan kualitas hasil pendidikan, harapannya.

    Namun dibalik kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap pendidikan Islam, dalam hal ini pendidikan di madrasah dituntut memiliki nilai lebih dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya. Secara nyata masyarakat menginginkan agar nilai-nilai Islam yang ada selama ini dianggap sebagai solusi dan juga harus bisa diwujudkan dalam perilaku para guru, siswa, dan lulusannya. 

    Pada saat ini, masyarakat juga menyadari penuh bahwa setingkat apapun lulusannya tidak selalu mudah untuk mendapatkan pendidikan yang ideal. Akan tetapi, masyarakat tidak mau lembaga pendidikan Islam tidak bisa membentuk perilaku atau akhlakul karimah dalam keseharian di masyarakat. Lembaga pendidikan Islam harus berhasil membangun perilaku yang bercirikan akhlaq mulia sebagaimana yang tergambar  pada  nilai-nilai Islam itu sendiri. Akhirnya, hal yang tidak kurang pentingnya adalah bahwa seharusnya  selalu ada  usaha untuk menyadarkan yang mendalam dari kalangan lembaga pendidikan Islam sendiri, bahwa ternyata  masyarakat sekarang selalu memantau dan mengevaluasi terhadap hasil pendidikan Islam yang selama ini ada dalam materi pembelajaran yang ada di madrasah yakni Qur'an Hadits, Aqidah Akhlaq, Fiqih dan SKI. Tentunya penggambaran proses kegiatan pembelajaran ini harus ada stimulan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan penilaian yang positif. 
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Ekspektasi Masyarakat Terhadap Pendidikan di Madrasah Rating: 5 Reviewed By: MTs Negeri Majenang
    ispi
    ispi
    Scroll to Top