,

,
  • Berita Terkini

    Selasa, 13 Mei 2014

    Gadis yang Bangga pada Dirinya Sendiri

    Oleh : Alfiyyah
    Siswi Kelas 7A dan Peserta Eskur Jurnalistik
    Namaku  Alfiyyah. Biasa dipanggil Alfi oleh teman-temanku. Aku lahir  di Cilacap, pada tanggal 13 Juli 2001, dari pasangan bapak Hasan Junaedi dan ibu Sutimah. Ayah  dan ibuku seorang buruh. Namun, walaupun begitu aku tetap sayang padanya dan akupun memperoleh perhatian dan kasih sayang yang cukup dari mereka. Oya..... aku juga mempunyai kakak yang paling aku sayangi. Ia bernama Wafiah (Mantan Ketua OSIM MTsN majenang), biasanya aku  panggil “teteh”  kalau di rumah dan aku dipanggil “dede” karena memang aku anak bontot dari dua bersaudara.

    Pendidikanku dimulai  dari TK Roudlotus Sibyan di Sindangsari (2006-2007), lalu melanjutkan ke SD Negeri Jenang 06 (2007-2013). Alhamdullilah lulus dari SD dengan nilai ujianku 26,90. Kemudian aku melanjutkan ke MTs Negeri majenang dan tidak mau ke SMP Negeri karena semenjak kelas V aku ingin sekali belajar di MTs Negeri Majenang. Tidak sia-sia harapanku karena di MTs Negeri Majenang aku dapat belajar banyak agama dan juga melanjutkan jejak kakakku.

    Semenjak aku sekolah memang aku tidak mempunyai prestasi yang banyak tetapi dari kelas II  SD alhamdullilah aku meraih peringkat  1 sampai kelas V. Saat naik ke kelas VI peringkatku turun menjadi peringkat 2. Tengah semester kelas VI aku berhasil meraih peringkat 1 lagi. Sayang lulusan aku tidak mendapat peringkat 1 dan harus puas dengan peringkat 4. Walaupun begitu aku mendapat nilai 10 dalam pelajaran matematika. Sungguh, aku mendapat pengalaman yang menyenangkan ketika aku menerima uang sebesar Rp. 50.000,00 dari wali kelas VI karena hasil matematikaku. Tidak kusangka aku mendapat uang lagi sebesar Rp.50.000,00 dari kepala sekolah. Aku bangga pada diriku sendiri karena mendapat uang Rp.100.000,00 dengan hasil jerih payahku belajar selama ini. Ayah, ibu, kakek, nenek dan kakakpun ikut bangga padaku. Uang tersebut saat itu aku belikan tas yang aku suka untuk masuk ke kelas VII MTs Negeri  Majenang.

    Aku Saat Berkampanye Menjadi Calon Wakil Ketua OSIM
    Selain pengalaman yang menyenangkn aku juga mempunyai pengalaman yang menyedihkan. Sewaktu duduk dikelas VII aku sempat menjadi calon wakil ketua OSIM. Memang terlihat menyenangkan pengalaman itu,  tetapi ketika pemilihan aku tidak terpilih menjadi wakil ketua. Memang aku sadari dari kelas 7, 8 dan 9 belum cukup kenal siapa aku, disinilah pengalaman menyedihkannya. Walaupun begitu aku tidak sedih banget, karena aku tetap manjadi anggota OSISM bersama sahabatku, dan aku harap yang terpilih mejadi ketua OSIM dan wakilnya dapat manjalankan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab. Aku di MTs Negeri Majenang banyak sekali pengalaman diantaranya aku mengikuti berbagai ekstrakulikuler terutama ekskur jurnalistik sehingga aku dapat lebih belajar menulis dibawah bimbingan Pak Deni Kurniawan As’ari, SPd.

    Aku mempunyai hobi yang cukup banyak dan tidak hanya satu seperti aku suka membaca, sesekali tulis menulis, menggambar. Jangan salah juga aku tetap mempunyai hobi bermain dan menonton TV, tetapi aku harus pintar membagi waktu antara hobi menonton TV dan bermain dengan belajar serta hobiku yang lain. Setiap pulang sekolah aku ganti baju, makan, nonton TV sampai adzan ashar, kemudian aku segera mandi dan sholat. Setelah itu aku belajar sampai menjelang maghrib. Waktu maghrib aku sholat dan mengaji bersama kakakku. Selepas pulang mengaji aku nonton TV disambung belajar sampai pukul 20.30 WIB lalu tidur sampai pagi.

    Cita-citaku menjadi seorang guru. Namun entah guru apa tetapi aku tetap ingin menjadi seorang guru oleh karena itu aku harus rajin belajar dan melatih diri supaya disiplin waktu dan juga dapat membagi waktu dengan baik. Karena cita-citaku aku ingin selepas lulus dari SMA melanjutkan kuliah untuk mencapai angan-anganku ini, tetapi entah esok aku kuliah atau tidak. Walaupun begitu aku tetap semangat untuk meraih cita-citaku. Aku akan selalu ingat pesan ayah dan ibuku,  “Tidak ada keinginan yang tidak terwujud jika disertai semangat dan doa,”  karena kuncinya ialah “SEMANGAT DAN DOA”.
    ***


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Gadis yang Bangga pada Dirinya Sendiri Rating: 5 Reviewed By: MTs Negeri Majenang
    ispi
    ispi
    Scroll to Top