,

,
  • Berita Terkini

    Sabtu, 01 Maret 2014

    Persahabatan Fani dan Eca

    Karya : Cahya Astutiningsih
    Siswi kelas 8C MTs Negeri Majenang

    Cahya Astutiningsih
    Fani adalah sahabat Eca. Mereka berteman semenjak duduk di bangku Taman Kanak Kanak. Keduanya selalu bersama di saat senang maupun sedih. Berbagai macam kejadian mereka jalani bersama.

    Dua remaja cantik itu saling menyayangi dan membantu,  jika salah satu di antara mereka ada masalah. Fani tidak pernah bosan menjadi sahabat Eca,  begitu pula sebaliknya.  Bahkan mereka lebih mengutamakan kepentingan sahabatnya dari pada kepentingan pribadi sendiri. Intinya mereka saling memberi perhatian yang lebih satu sama lain.

    Pernah pada mereka hampir berpisah. Saat itu Fani dan Eca mendaftar untuk masuk SMA favorit.  Keduanya memilih SMA yang sama.

    “Fan, kita harus masuk SMA favorit,”   kata Eca.

    “Iya,  tapi kita harus masuk SMA yang sama, ’’ ujar Fani.

    ‘’Iya Fan, aku juga nggak  mau kita pisah,”  kata Eca menimpali.

    “Masalahnya nanti kalo misalnya salah satu dari kita nggak keterima, gimana coba?’’  tutur Fani penuh tanda tanya.

    ‘’Oh ya? Terus gimana dong, “ kata Eca lagi.

    “Emangnya,  kamu pengin  masuk SMA  mana sih Ca?” tanya Fani kepada Eca.

    “Aku masih bingung Fan, kamu penginnya masuk SMA mana?” Eca kembali balik tanya.

    “Kata ibuku aku harus di SMA yang jauh,  biar aku bisa mandiri,” kata Fani.

    “Iya Fan aku setuju. Aku juga pengin di SMA yang jauh biar mandiri, “ ujar Eca mengiyakan.

    Akhirnya mereka berdua mendaftar di SMA favorit di kota kembang Bandung, namun sayangnya Eca tidak keterima.

    ‘’Fan,  gimana dong,  masa kita berpisah sih,’’ Ujar Eca dengan terharu.

    “ Iya iya, Ca...Tapi gimana lagi. Aku juga nggak mau pisah sama kamu,” tutur Fani dengan uraian air mata.

    “Masa sih,  aku harus nyogok,’’ kata Eca kebingungan.

    ‘’Eh.. eh... jangan Ca. Masak nyogok sih,  kan nggak boleh. Oh iya,  apa aku nggak usah ambil aja ya Ca, nanti kita daftar di SMA lain, “ ujar Fani.

    ‘’Jangan Fan,  sayang itu kan SMA favorit,’’  kata Eca dengan sedih.

    “ Terus gimana dong, kamu mau pisah sama aku?’’ tanya Fani.

    ‘’Ya nggak sih’’ kata Eca penuh harap.

    ‘’Ya udah, entar aku bilang ke ibuku suruh nggak usah di ambil aja, okey?’’ kata Fani.

    ‘’iya deh okeh, ’’  Eca menjawab dengan berat hati.

    Mereka berdua pun kembali tersenyum.

    Ketika sampai di rumah, Fani langsung berbicara kepada ibunya,
    ‘’Bu,  aku daftar sekolah lagi aja ya? SMA yang di Bandung nggak usah diambil gimana?’’ tanya Fani kepada ibunya penuh harap.

    “Emangnya kenapa? Di SMA yang Bandung kan paling bagus,’’ jawab ibunya penuh keheranan.

    “Iya bu,  emang bagus, tapi masalahnya Eca, sahabat dekatku  nggak keterima. Masak aku nggak bareng lagi sama Eca,’’ kata Fani meyakinkan.

    ‘’Eca.. Eca kamu yang keterima. Kamu itu harusnya bersyukur diterima di SMA favorit. Sayang banget kalau nggak diambil,’’  kata ibu.

    ‘’Ayolah bu,  plisssss, sekali ini aja ya bu?’’ kata Fani memohon.

    ‘’Enggak,  pokoknya harus diambil titik,’’ Kata ibu menolaknya dengan tegas.

    “Bu,  Eca itu kan sahabatku sejak TK. Kami selalu bersama. Masak ibu tega sih misahin aku sama Eca,’’ kata Fani.

    ‘’Iya... Eca  emang teman kamu dari TK, ibu juga sudah tahu. Tapi ingat, teman ya teman sekolah ya sekolah, nanti kalo daftar di sekolah lain kamu yang nggak diterima, gimana coba?’’ kata ibu.

    Tiba-tiba, HP Fani berbunyi. Ternyata Eca yang menelfon Fani.

    ‘’Halo...Fan, gimana?’’ kata Eca penasaran.

    ‘’Yah, nggak boleh Ca sama ibuku. Katanya sayang kalau sampai aku nggak ambil peluang ini, ’’ ungkap Fani penuh kecewa.

    ‘’Ya, terus gimana lagi Fan? Ya sudahlah Fan,  aku pasrah saja, lagian juga nanti kalao kita jauh bisa telfonan juga kan?’’ ujar Eca.

    ‘’Enggak,  pokoknya aku nggak mau pisah sama kamu Ca. Kamu tuh baiiiiiiiik banget sama aku, “  ungkap Fani memelas.

    ‘’Yah Fan, emang udah takdirnya kita kali, nggak bisa kaya dulu lagi. Udahlah Fan,  pasrah aja,’’ tutur Eca sambil menyeka mukanya yang basah air mata.

    ‘’Ya udah deh,  entar aku pikirin lagi, udah dulu ya Ca!’’ kata Fani sambil mau menutup telponnya.

    ‘’iya Fan’’ jawab Eca di ujung telpon.

    Rupanya Fani tidak putus asa. Saat lagi makan malak dengan ibunnya, dia kembali merajuk bahkan sedikit memaksa kepada ibunya.

    ‘’Bu, boleh ya bu?’’ kata Fani sambil meringik.

     ‘’Nggak... Sekali nggak ya nggak. Ini demi masa depanmu, ’’ kata ibunya.

    ‘’Ya udah kalo gitu,  aku nggak mau melanjutkan sekolah aja. Aku mau di rumah aja, “ ujar  Fani sambil ngambek.

    “Eh kok gitu, kamu harus melanjutkan dong, “  kata ibunya.

    ‘’Terserah ibu, aku daftar di sekolah lain, atau aku nggak melanjutin lagi, “ tambah Fani meyakinkan ibunya.

    ‘’Ya udah deh kamu boleh daftar di sekolah lain, tapi ingat kalo nggak  diterima, kamu harus ambil yang di Bandung, “ kata ibunya.

    ‘’ Yeeeeeeeeee, alhamdulillah. Makasih banget ya bu, “ kata Fani dengan penuh girang.

    Akhirnya Fani dan Eca daftar di SMA lain  dan mereka berdua diterima. Mereka senang sekali karena bisa tetap bersama.

    Itulah arti persahabatan diantara mereka.  SUSAH SENANG SELALU BERSAMA.


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Persahabatan Fani dan Eca Rating: 5 Reviewed By: MTs Negeri Majenang
    ispi
    ispi
    Scroll to Top