,

,
  • Berita Terkini

    Minggu, 17 Juni 2012

    Sahabat Tak Cukup Satu

    Iis Meinarwati
    Clara gadis remaja yang cantik, pandai, pendiam, baik, tetapi dia juga sedikit egois. Clara adalah anak terpandai di Sekolahnya. Siapa sih yang ga mau seperti dia?.. semua pasti mau. Tapi sayangnya dia anaknya pendiam. Memang orang yang pendiam biasanya banyak ilmu, dank arena itulah Clara jarang bersosialisasi dengan masyarakat. Namun tidak semestinya kita kurang bersosialisasi.
    “Mah, Pah, .. Clara pergi sekolah dulu ya.”
    “Ya, hati-hati di jalan,”
    Tak lama kemudian, Clara sampai di sekolahnya. Sambil menuju kelasnya, gadis itu membaca buku. Tiba – tiba? “Brukk!!” suara buku yang jatuh, “Maaf, aku ga sengaja, Sil.” Clara meminta maaf. “What ! maaf – maaf ! gampang banget kamu minta maaf. Ambilin ga !” ucap Sesil sambil marah. Gadis yang dijuluki si kutu buku itu memungutinya satu persatu. “Nih bukunya.” Ujar Clara. “Lain kali jalan tu pake mata. Jangan buku aja yang diliat!” dengan bahasa kasar jawab Sesil. Gadis sombong itu lalu berjalan menuju kelasnya.
    Pada saat Clara akan masuk kelas, ada seorang anak perempuan, dan menyapa Clara. “Hai, boleh kenalan ga ? kebetulan aku murid baru di sini.” Sapa Tyas kepada Clara. Clarapun tersenyum manis. “Lagi baca buku ya ?”. Tyas mencoba lagi menyapa anak itu. Tapi Clara hanya diam. “teng, teng, teng, teng, …” bel berdentang keras. Merekapun masuk ke kelas. Tyas pun bingung mau melakukan apa lagi. Berbagai cara telah Tyas lakukan. Tapi tidak membuahkan hasil.
    Pada hari Minggu, Tyas berpikir untuk membuat sebuah surat. Dibuatnyalah surat itu untuk Clara. “Semoga berhasil … !!!”. dan keesokan harinya Tyas pergi ke sekolah dengan pagi – pagi sekali, diletakkannya surat itu di atas meja Clara.
    Clara datang ke sekolah, dan masuk kelasnya. Dia berkata, “Surat apa ini, dan siapa pengirimnya?”. Dilihat dan dibukanya surat itu. Lalu ia baca.
    From      : Tyas
    To          : Clara
    Senyum ! senyum itu magic. Dapat membuat kita senang dan rileks, sekaligus membuat orang yang dekat dengan kita lebih nyaman dan seneng.
    Seorang yang pandai akan secara cermat dan menghargai / memperdulikan apa yang telah dilakukan oleh orang lain maupun kerabat dan sahabat kepada dirinya.
    Clara, aku Cuma ingin berteman aja sama kamu. Beri aku kesempatan. Dan kamu juga ga boleh bertindak semau kamu, aku ingin jadi sahabatmu. Kamu tahu, sahabat bukan Cuma barang bagi orang lain sahabat itu juga manusia yang bisa mengerti dirinya.
    Tetes air mata basahi pipi Clara. Dengan rasa bersalah Clara akan minta maaf pada Tyas. “Teng, teng, teng, teng, …”. Bel berbunyi menandakan jam istirahat telah tiba.
    “Tyas?” panggil Clara. “Ya, ada apa Clar?”
    “Aku mau minta maaf atas sifat dan sikap aku sama kamu. Kamu mau kan jadi temen aku?” Tanya Clara sambil memohon. “Yang bener? Kamu mau jadi temen aku? Aku mau banget” jawab Tyas. “Jadi sekarang kita sahabatan ya” ujar Clara. “Ya!” jawab Tyas.
    Mereka punya yel – yel loh.. “Best, Best, Best, Best Friend.”
    Kawan, jangan sia – siakan sahabatmu ya ...
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sahabat Tak Cukup Satu Rating: 5 Reviewed By: MTs Negeri Majenang
    ispi
    ispi
    Scroll to Top