,

,
  • Berita Terkini

    Jumat, 06 April 2012

    Pentingnya Organisasi Guru Penulis

    Guru merupakan profesi yang mendukung pelakunya untuk melakukan aktivitas menulis. Mengapa? Karena secara kapasitas intelektual memadai, dari segi pengalaman memungkinkan dan memiliki waktu atau kesempatan yang terbuka lebar. Berbagai topik dapat dipilih untuk menjadi bahan tulisan. Mulai dari permasalahan pendidikan, seputar pembelajaran, kebijakan pemerintah sampai hal lainnya yang menarik.
    Namun, fenomena memprihatinkan muncul di lapangan. Sebagian besar guru, khususnya di Jawa Tengah masih enggan menulis.
    Data yang dikemukakan Sukartono (LPMP Jawa Tengah, 4/2) saat membuka pertemuan guru penulis menarik untuk dicermati. Persentase guru PNS di Jawa Tengah yang sudah berhasil naik pangkat ke golongan IV-B masih sangat rendah. Untuk guru SD (0,20%), SMP (2,04%), SMA (1,65%), dan SMK (1,46%). Menurut beliau, banyaknya jumlah guru yang mentog pada golongan IV-A disebabkan karena sebagian besar guru masih mengalami kendala dalam mengumpulkan angka kredit pengembangan profesi melalui penulisan karya ilmiah (Sawali Tuhusetya : http://sawali.info). Nasib serupa dialami sebagian besar guru swasta yang banyak mengalami kegagalan saat mengikuti sertifikasi karena pengembangan profesi berupa karya tulisnya masih kosong-molongpong.
    Faktor Penyebab
    Ditengarai ada sejumlah faktor yang menyebabkan para guru masih enggan menulis, diantaranya:
    Satu, kesibukan. Sebagian besar guru mengatakan bahwa tugas guru sudah banyak, terutama terkait dengan administrasi pembelajaran. Belum lagi, ditambah kalau mendapat tugas tambahan sebagai kasek, wakasek, ketua jurusan, pembimbing ekstra atau wali kelas sehingga nyaris tak ada waktu untuk menulis.
    Dua, terjebak rutinitas kerja. Aktivitas mengajar dari pagi sampai siang, bahkan sampai malam bagi sebagian guru yang suka ngelesi—memberi pelajaran tambahan—- tanpa sadar telah menjadikan guru terpola, yang hari-harinya diisi hanya untuk mengajar dan mengajar.
    Tiga, rendahnya motivasi menulis atau malas . Barangkali faktor ini yang paling ‘berbahaya’ ketika keinginan untuk menulis memang lemah atau sama sekali tidak ada. Sesungguhnya hal inilah yang banyak menjangkiti para guru. Ada perasaan berat dan seolah menjadi beban tersendiri ketika harus menulis. Kemalasan ini tidak hanya dalam aktivitas menulis tetapi juga membaca. Dan, ketika membaca sudah malas maka bagaimana mau menulis.
    Pelbagai faktor di atas, barangkali masih perlu didiskusikan lebih lanjut. Yang jelas, alasan kesibukan dan pekerjaan sebenarnya dapat disiasati ketika keinginan menulis telah tumbuh dalam diri.

    Pentingnya Organisasi Guru Penulis

    Salah satu cara untuk mengatasi keengganan para guru untuk menulis adalah perlunya suatu wadah yang secara simultan dan terarah menciptakan iklim dan nuansa menulis yang pada akhirnnya akan mendongkrak animo guru untuk menulis.
    Secara umum ada tiga alasan pentingnya wadah guru penulis.
    Satu, mewujudkan budaya menulis. Organisasi yang secara khusus dan fokus dalam kepenulisan diharapkan akan menciptakan tradisi menulis di kalangan guru. Pengurus dan anggota yang tergabung dalam wadah ini dapat saling berinteraksi satu sama lain untuk mewujudkan budaya menulis.
    Dua, memahami dunia kepenulisan. Melalui wadah ini dimungkinkan terbantunya para guru yang sebelumnya masih kesulitan menulis atau bahkan malas untuk mulai menulis. Berbagai kegiatan dan event yang sekiranya mendukung seperti workshop, diskusi, seminar, temu penulis, sharing, atau bedah buku dapat menjadi alternatif yang bermanfaat. Apalagi fasilitas saat ini yang dapat dimanfaakan para guru untuk belajar menulis sungguh sangat banyak. salah satu diantaranya aktivitas ngeblog sebagai upaya penyemaian tulisan.
    Tiga, peningkatan kesejahteraan dan karir. Melalui organisasi guru penulis, diharapkan akan semakin ‘membanjir’ guru yang mau dan mampu menulis. Dampaknya langsung atau tidak akan berpengaruh terhadap kesejahteraan guru. Misal, ada guru yang menyusun buku dan bukunya best seller sehingga memperoleh royalti yang melebihi gajinya sendiri. Selain itu kenaikan pangkat terutama bagi guru PNS akan berjalan lancar, termasuk guru swasta yang ingin lolos sertifikasi. Tentu saja, kesejahteran dan karir bukan tujuan utama. Yang paling penting justru, ketika para guru dapat memaksimalkan amal sosialnya melalui tulisan-tulisan yang mencerahkan untuk kemajuan pendidikan dan peradaban bangsa.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pentingnya Organisasi Guru Penulis Rating: 5 Reviewed By: MTs Negeri Majenang
    ispi
    ispi
    Scroll to Top