,

,
  • Berita Terkini

    Sabtu, 28 Mei 2011

    Membangun Generasi Bangsa yang Bermartabat

    Oleh Ariesta Indriawati, S.Pd  ------Guru Mapel IPA MTs Negeri Majenang------

    Bangsa Indonesia memiliki masyarakat yang sangat variatif, adanya perbedaan tingkat pendidikan, adat istiadat, budaya, suku bangsa dan agama mewarnai pola kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam keberagaman masyarakat tersebut peran guru menjadi sangat strategis dalam membentuk watak bangsa Indonesia melalui penanaman nilai –nilai yang dibutuhkan dalam pengembangan kepribadian dan peningkatan pengetahuan teknologi untuk mempersiapkan generasi masa depan bangsa yang berkualitas . Guru perlu memiliki basik Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang kuat, ketrampilan dan kepribadian yang mantap sehingga mereka mampu merencanakan dan melaksanakan program pembelajaran bagi peserta didik dengan baik , mampu melakukan evaluasi hasil pembejaran , program remidi dan pengayaan bagi peserta didik secara maksimal.

    Seorang guru dalam menjalankan perannya sebagai pendidik berkewajiban menyiapkan generasi masa depan bangsa. Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang pendidik dalam mengembangkan sumber daya manusia karena guru sebagai pendidik berperan dalam membimbing dan memberi panutan bagi peserta didik. Seorang pendidik yang memiliki kepribadian akhlaqul karimah dapat memberi contoh yang baik bagi peserta didik dalam kehidupan sehari – hari sehingga ia mampu membina peserta didiknya menjadi peserta didik yang berakhlak mulia, begitu pula sebaliknya apabila seorang pendidik terlalu sering memberi contoh yang kurang baik dihadapan peserta didik secara langsung atau tidak ia tengah membentuk peserta didiknya menjadi pribadi yang kurang bermoral . Dalam kehidupan sehari – hari kadangkala seorang pendidik terlalu sering mencemooh peserta didik karena peserta didik melakukan hal – hal yang tidak diharapkan, padahal sebenarnya saat kita mencemooh peserta didik saat itu pulalah kita memberi contoh pada peserta didik untuk menjadi orang yang pandai menghina atau mencemooh orang lain. Disaat seorang pendidik melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap peserta didik maka saat itu pulalah kita membentuk peserta didik menjadi pribadi yang mudah melakukan tindak kekerasan. Menegakkan disiplin bagi peserta didik adalah hal yang sangat penting tetapi sebagai seorang pendidik seharusnya pandai mencari cara yang tepat bagaimana supaya peserta didik dapat melaksanakan kedisiplinan tersebut dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab bukan karena paksaan dan kekerasan.

    Secara konstitusional guru hendaknya berkepribadian Pancasila dan UUD 1945 yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, disamping harus memiliki kualifikasi dan keahlian sebagai tenaga pengajar yang professional , sehingga seorang guru hendaknya dapat menjalankan tugasnya sebagai seorang pengajar maupun pendidik secara integral. Sebagai seorang pengajar dan pendidik , guru diharapkan mampu mengaitkan materi pembelajaran di kelas dengan fungsi ataupun tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap , kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
    \
    Sebagai seorang pendidik , guru sebaiknya memiki kesadaran bahwa moralitas generasi penerus bangsa sangat dipengaruhi oleh peran guru dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan budi pekerti pada peserta didik. Pendidik diharapkan mampu bersikap sabar dan penuh perhatian dalam menjalankan fungsinya mendidik peserta didik sebagai calon generasi penerus bangsa, mampu memberi suri tauladan dalam berbicara dan bersikap sehingga kepribadian seorang guru adalah factor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilannya sebagai pengembang sumber daya manusia.

    Menurut Tim Bintek Guru SMP/MTs PemProp JaTeng karakteristik ( ciri khas ) kepribadian guru yang berkaitan dengan keberhasilan dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Fleksibilitas kognitif guru pada umumnya ditandai dengan keterbukaan berpikir dan beradaptasi. Keterbukaan berpikir guru dapat dilihat dalam keterbukaannya saat melaksakan proses pembelajaran, menunjukkan perilaku demokratis dan tenggang rasa kepada semua peserta didik, responsive terhadap kelas, memandang peserta didik sebagai partner dalam PBM, mampu memberi penghargaan dan hukuman secara seimbang, proporsional dan berkesinambungan pada peserta atas segala prestasi dan penampilan peserta didik.

    Kemampuan beradaptsi guru dapat dilihat dari kemampuannya dalam menggunakan bermacam- macam metode secara kreatif yang relevan dengan materi dan kondisi lingkungan yang sesuai dan penyajian materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Keterbukaan psikologis diperlukan untuk berhasilnya sebuah proses pembelajaran karena keterbukaan psikologis merupakan prasyarat penting untuk mampu memahami pikiran dan perasaan orang lain dalam hal ini adalah pikiran dan perasaan peserta didik. Keterbukaan psikologis diperlukan untuk menciptakan suasana hubungan antar pribadi guru dan peserta didik yang harmonis sehingga mendorong peserta didik untuk mengembangkan dirinya secara bebas tanpa ganjalan.

    Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis guru sebagai pendidik dalam proses pembelajaran diperlukan bagi pembentukan kecerdasan peserta didik secara intelektual, emosional maupun spiritual.Peserta didik cerdas secara intelektual karena guru sebagai pengajar profesioanl mampu mentransfer ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didik secara maksimal. Peserta didik cerdas secara emosional karena guru sebagai pendidik mampu memberi tauladan dalam bersikap demokratis, tenggang rasa, responsive, bersikap santun dan memberi contoh bagaimana cara menghargai orang lain. Peserta didik cerdas secara spiritual karena pendidik dalam proses pembelajaran senantiasa mengkaitkan materi pembelajaran dengan nilai – nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME.

    Dari uraian di atas dapat kita lihat betapa pentingnya peran seorang pendidik dalam membangun generasi penerus bangsa yang bermartabat karena peserta didik sebagai calon generasi penerus bangsa dididik untuk dapat memiliki kecerdasan secara intelektual, emosional dan spiritual yang seimbang.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Membangun Generasi Bangsa yang Bermartabat Rating: 5 Reviewed By: MTs Negeri Majenang
    ispi
    ispi
    Scroll to Top