makh KELUARGA BESAR MTs NEGERI MAJENANG TURUT BERDUKA CITA YANG DALAM ATAS MENINGGALNYA BAPAK ATUKIMIN (SUAMI IBU SRI KHAYATI, STAF TU MTs NEGERI MAJENANG PADA HARI MINGGU, 25 OKTOBER 2014. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA AMAL BAIKNYA, DIAMPUNI KEKHILAFANNYA DAN DITEMPATKAN DISISINYA

31 Oktober 2014

Remunerasi Harus Berdampak Pada Perbaikan Pelayanan

Jakarta (Pinmas) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, penerapan tunjangan kinerja atau remunerasi harus berdampak secara nyata pada terciptanya iklim kerja yang profesional, produktif, penuh integritas, peka, dan peduli pada perbaikan pelayanan.

Menag mengatakan hal itu pada pembukaan sosialisasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Tunjangan Kinerja di lingkungan Kementerian Agama, Rabu (29/10) malam di Hotel Cempaka, Jakarta. Acara ini dihadiri Sekjen Kemenag Nur Syam, pejabat eselon I dan II serta peserta dari pusat dan daerah.

Menurut Menag, kebijakan tentang tunjangan kinerja merupakan salah satu terobosan dalam reformasi birokrasi untuk mencapai tujuan nasional, tetapi bukan satu-satunya agenda reformasi yang ingin kita capai. “Pemberian tunjangan kinerja berimplikasi positif terhadap perbaikan kesejahteraan pegawai menurut standar yang layak sebagai aparatur negara,” kata Menag.

Sebagaimana kita tahu, lanjutnya, penantian panjang sejak tahun 2013 terhadap peraturan presiden tentang tunjangan kinerja di lingkungan Kemenag telah terealisasi dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 108 tahun 2014 tanggal 18 September 2014 tentang Tunjangan Kin erja yang berlaku untuk Kementerian Agama.

Menag mengatakan, proses lahirnya Perpres Tunjangan Kinerja tidak mudah, tetapi melewati hasil evaluasi jabatan sebagai dasar pemberian tunjangan kinerja yang divalidasi oleh tim dari Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Pelaksanaan evaluasi jabatan di lingkungan Kemenag, termasuk perguruan tinggi keagamaan meliputi 15 jabatan eselon I, 109 jabatan eselon II, 1.222 jabatan eselon III, 5.393 jabatan eselon IV, 2.239 jabatan eselon V, dan 226 jabatan fungsional umum memiliki kerumitan dan kompleksitas yang tinggi.

Setiap jabatan memiliki karakter dan volume kerja yang bervariasi, meskipun eselonnya sama. Maka sangat logis apabila kelas jabatannya pun berbeda-beda. “Saya berterima kasih dan menyampaikan penghargaan atas komitmen dan peran aktif seluruh unit kerja Kemenag pusat, daerah serta perguruan tinggi dalam mempersiapkan dan melengkapi seluruh komponen penilaian reformasi birokrasi yang terkait dengan proses tunjangan kinerja,” ucap Menag.

Komitmen kita semua dalam mencapai dan mempertahankan sasaran kinerja secara konsisten dan berkesinambungan, menurut Menag, sangat menentukan keberhasilan  menjadikan institusi Kemenag lebih professional, lebih berwibawa serta eksistensi dan program-program yang kita laksanakan memberi manfaat yang besar bagi umat, bangsa dan negara.

“Prinsip bekerja dalam satu tim harus selalu ditanamkan dan dibudayakan di semua unit kerja, sehingga tidak ada tempat bagi munculnya mental, perilaku dan egoisme perorangan atau kelompok yang merusak sistem organisasi,” pesan Menag.

Menag lebih lanjut mengatakan, Perpres tentang Tunjangan Kinerja memerintahkan kepada Menteri Agama untuk mengatur ketentuan teknis pelaksanaannya. Untuk itu telah disiapkan tiga  PMA, yaitu pembayaran, penambahan dan pengurangan Tunjangan Kinerja, penetapan kelas jabatan, dan pengangkatan pegawai dalam jabatan fungsional umum.  (ks/mkd/mkd)

Sumber ; kemenag

27 Oktober 2014

Selamat Atas Pelantikan Menteri Agama



Keluarga Besar MTs Negeri Majenang mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak H. Lukman Hakim Saifudin sebagai Menteri Agama RI yang dilantik pada tanggal 27 Oktober 2014 di Istana Negera oleh Presiden Joko Widodo.

Semoga dapat mengemban amanah dengan baik dan terus memajukan madrasah di Indonesia.

Majenang, 27 Oktober 2014
Kepala Madrasah



H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd.
NIP. 19600303 198303 1 004

26 Oktober 2014

Investasi Lingkungan Dalam Kehidupan

Oleh : Sarifudin, S.Pd.I.
Staf Edukatif MTs Negeri Majenang, Mahasiswa Pascasarjana STAIN Purwokerto

Investasi umumnya berada dalam sebuah perusahaan sebagai lahan saham dan modal untuk bidang bisnis. Investasi menjadi berkembang jika perusahaan itu bisa memiliki keuntungan cukup besar dan tentunya dengan manajemen  yang baik. Apapun bentuk investasi yang ditanamkan kedalam sebuah perusahaan jika dikelola dan dimanage dengan baik, maka akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Jadi Investasi sering juga disebut penanaman modal atau pembentukan modal.

Berbeda tapi sama dalam hal investasi, di bidang pendidikan pada prinsipnya sama, yang membedakan adalah investasi di perusahaan umumnya terbentuk untuk membangun pertumbuhan perekonomian. Sedangkan dalam pendidikan, modal dasar utama untuk membentuk siswa berkarakter adalah dengan penanaman akhlaq mulia sedini mungkin, untuk mencegah ke hal-hal yang kita tidak inginkan.  Penanaman akhlaq mulia sejak dini sangat diperlukan mengingat perkembangan zaman semakin berwujud dalam segala aspek kehidupan khususnya bidang ilmu Tekhnologi, tentunya sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. 

Pendidikan yang seimbang antara agama dan pengetahuan, tentunya sangat menentukan arah bagi generasi kita yang lebih baik. Secara intensitas pertumbuhan ekonomi, Indonesia sekarang sedang merangkak menuju negara berkembang. Begitu pula dengan dunia pendidikan juga mengalamai perkembangan yang signifikan. Signifikansi perkembangan itu tentunya harus diseimbangkan dengan nutrisi lingkungan sebagai pondasi dasar keberagaman kehidupan didalam masyarakat.
 
Nutrisi lingkungan yang dimaksud adalah pertama, lingkungan pendidikan. Lingkungan ini dapat berupa fisik, sosial, budaya, keamanan dan kenyamanan. Antara proses kegiatan pendidikan dengan lingkungan merupakan dua hal yang tidak bisa dilepaskan, artinya bahwa dalam nutrisi ini manusia melakukan hubungan timbal balik antara dirinya dan lingkungannya. Dalam hal Arif Rahman (2013 : 196) mengemukakan tentang lingkungan pendidikan dilihat dari dimensi ini, dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: (1) lingkungan keluarga, (2) lingkungan sekolah, dan (3) lingkungan masyarakat. Sedangkan menurut pendapat Ki Hajar Dewantara (2013 : 197) mencetuskan “tri sentra pendidikan” yang mengacu kepada lingkungan pergaulan yang menjadi pusat pendidikan bagi anak. Dalam konsep Ki Hajar Dewantara lingkungan pergaulan yang dimaksud adalah alam keluarga, alam pergaulan (sekolah), dan alam pergerakan pemuda (masyarakat). Jadi dari kedua pendapat dapat ditarik kesimpulan bahwa nutrisi akhlaq melalui lingkungan pendidikan adalah upaya pendidikan tidak cukup hanya disandarkan kepada sikap dan tenaga pendidik, akan tetapi juga harus disertai suasana pendidikan sebagai satu kesatuan sistem pendidikan yang memberikan pengalaman pendidikan kepada peserta didik.

Kedua, lingkungan keluarga. Dalam proses pendidikan melalui lingkungan keluarga adalah dalam hal budi pekerti. Dalam kehidupan keluarga, anak mula-mula belajar bagaimana hidup saling menyayangi, saling berbagi, saling membutuhkan dengan orang lain sehingga berkembang menjadi pendidikan kesosialan. Jadi lingkungan keluarga yang bersahabat dan keluarga yang nyaman akan berpengaruh bagi batiniyah dan lahiriyah anak. Oleh karena itu lingkungan keluarga menurut Arif Rohman (2013 : 200) memiliki beberapa fungsi yaitu (1) Fungsi proteksi yaitu anak dalam keluarga mendapat perlindungan, perawatan, serta selalu dijaga dari gangguan keamanan yang mengancam keselamatan jiwa dan raganya, (2) Fungsi  rekreasi yaitu anak dalam keluarga merasa damai,tentram, gembira bersama dengan anggota keluarga lainnya sehingga kehidupan keluarga menjadi sarana hiburan bagi anak. (3) Fungsi inisiasi yaitu anak diperkenalkan dengan sejumlah nama-nama benda, binatang, orang yang ada disekitarnya. (4) Fungsi sosialisasi yaitu anak diwarisi nilai-nilai, norma, kebiasaan, dan adat istiadat yang dimiliki keluarga dan masyarakat. (5) dan Fungsi edukasi adalah anak diberi pengalaman belajar untuk bisa berkembang seluruh daya dan potensinya sehingga nantinya menjadi sosok manusia yang berkepribadian utuh.

Ketiga, lingkungan masyarakat. Masyarakat menjadi penentu keberagaman perilaku anak agar dalam kehidupan anak dikembangkan pola-pola tingkah laku dan sikap yang sangat bermanfaat dalam rangka mencukupi kebutuhan hidup manusia (human needs) dan dalam rangka merumuskan penyelesaian konflik (resolving conflict). Proses lingkungan masyarakat bermula dari aneka ragam karakter manusia, aneka ragam situasi sosial, aneka ragam wilayah dan aneka ragam informasi mengenai karakter positif dan negatif. Lingkungan masyarakat yang baik adalah jika lingkungan tersebut mampu mendorong kepada pelaku masyarakat agar selalu berinteraksi antar sesama sehingga terjalin lingkungan yang kondusif.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya beberapa pengaruh terhadap perilaku dan sifat pada karakter anak yang didapatkan dari ketiga lingkungan yakni lingkungan pendidikan, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat itu mempunyai dampak positif dan negatif, tergantung dari masing-masing para pelaku lingkungan. Sehingga tidak ada lagi penilaian yang mengatakan bahwa sesuatu yang baik akan berakibat baik, sesuatu yang buruk akan berdampak buruk akan tetapi pengalaman yang ada akan merubah seseorang menjadi baik begitu juga sebaliknya.


20 Oktober 2014

Sosialisasi PKG di Akun Padamu Negeri untuk para Guru

Sabtu (18/10) kemarin para guru MTs Negeri Majenang mengikuti Sosialisasi tentang Penilaian Kinerja Guru (PKG) online melalui akun Padamu Negeri. Dalam kegiatan tersebut dipaparkan mengenai apa dan bagaimana proses PKG di Padamu Negeri. Hadir dalam acara itu Kepala MTs Negeri Majenang, H. Moch. Makhrus, S,Pd., M.Pd, para wakil kepala, dan para guru. Acara dimulai pada pukul 13.00 dan beralhir pada pukul 15.00 bertempat di ruang kelas IX G.

Seperti yang kita ketahui bahwa layanan Padamu Negeri yang digawangi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK) Kemdikbud bekerjasama dengan Telkom merupakan sistem transaksi online yang dibangun menggunakan platform SIAP Online untuk mendukung program pemetaan mutu pendidikan nasional. Selain itu untuk kepentingan pengelolaan data yang lebih cepat, mudah, nyaman dan akurat. Salah satu program terbaru yang diluncurkan adalah penilaian kinerja guru online. Nantinya nilai PKG para guru harus dimasukkan dalam layanan padamu negeri dan berkas-berkas yang berkaitan juga harus diupload.







Proses Menghias Taplak pada Pembelajaran Keterampilan di Kelas 9

Dalam petunjuk yang terdapat dalam KD keterampilan dari Kemdikbud, mata pelajaran keterampilan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan, pertama, mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia. Kedua,  memiliki rasa estetika, apresiasi terhadap produk kerajinan, produk teknologi, dan artefak dari berbagai wilayah Nusantara maupun dunia, ketiga, mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan dan pemanfaatan teknologi sederhana dan keempat,  memiliki sikap profesional dan kewirausahaan.

Pembelajaran keterampilan di MTs Negeri Majenang diupayakan untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Beberapa waktu yang lalu, ibu Neny selaku guru keterampilan kelas IX G mengadakan praktek menghias taplak.  
Para siswa aktif menghias taplaknya masing-masing sesuai kelompoknya. Proses menghias taplak ini sempat diabadikan oleh Ibu Okah melalui kamera.

Berikut photo-photo kegiatan mereka.













17 Oktober 2014

200 siswa MTs Ikuti Studium General Perbankan

Sebanyak 200 siswa MTs Negeri Majenang perwakilan dari kelas VII, VIII dan IX mengikuti Studium General Perbankan di aula MTs Negeri Majenang, Kamis (16/10) kemarin. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Bank Mandiri Cabang Majenang dalam rangka HUT ke-16 melalui Program Bina Lingkungan Mandiri Peduli Pendidikan dengan tema “Mandiri Edukasi, Spirit Memakmurkan Negeri.
Selain studium general, juga diserahkan bantuan dana dari Bank Mandiri kepada MTs Negeri Majenang sebesar Rp 4.000.000. “Penyerahan bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami dalam mendukung MTs sebagai madrasah unggulan di Majenang,” tutur Agus Nur Setiadi selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Majenang tersebut. Untuk wilayah Cilacap Barat bantuan ini hanya diberikan khusus kepada MTs Negeri Majenang karena dinilai yang paling layak. 



Bertindak sebagai narasumber dalam acara studium general, Direktur Mandiri Cabang Majenang, Agus Nur Setiadi. Beliau memaparkan seputar dunia perbankan meliputi apa itu bank, manfaat menabung, profil bank mandiri dan materi lainnya.


Nampak para siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan saat sesi tanya jawab banyak siswa yang aktif mengajukan pertanyaan. Apalagi peserta diberi snack, makan siang dan doorprize. 

Wildan Azka (Kelas IXD) salah satu peserta mengaku senang mengikuti acara itu. "Alhamdulillah, saya bersyukur dapat mengikuti studium general ini. Informasi mengenai perbankan semakin membuka cakrawala pengetahuan saya tentang dunia perbankan," ujarnya. Kegiatan yang diawali pada pukul 09.00 WIB baru berakhir pukul 12.00 WIB. Selanjutnya para peserta menyantap makan siang bersama. *** 
Photo kegiatan lebih lengkap, klik di sini

Bank Mandiri Berikan Bantuan Dana Pendidkan

Penyerahan Bantuan dari Direktur Bank Mandiri kepada Kepala MTsN Majenang
MAJENANG – Bank Mandiri Cabang Kecamatan Majenang, Cilacap memberikan bantuan dana hibah pendidikan sebesar Rp 4 juta kepada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri  Majenang, Kamis (16/10). Kegiatan penyerahan bantuan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-16 Bank Mandiri. Bantuan itu, sebagai upaya mendukung peningkatan  kualitas pendidikan di kecamatan tersebut.

“Penyerahan bantuan itu juga merupakan kepedulian kami dalam pembangunan masa depan bangsa, khususnya di dunia pendidikan,” ungkap Kepala Cabang Bank Mandiri Majenang, Agus Nur Setiadi (16/10).

Menurutnya kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh perwakilan cabang bankitu kepada instansi pendidikan, baik dari tingkat SD hingga SMA di seluruh Indonesia.

Seluruh Indonesia
Selain itu, kata dia, kegiatan yang bertemakan program bina lingkungan mandiri peduli pendidikan itu juga dilaksanakan di 16 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Total sekolah dari tingkat SD hingga SMA di seluruh Indonesia, yang memperoleh bantuan ini mencapai 210 sekolah.”
Dia menambahkan, pihak sekolah yang menerima bantuan itu nantinya harus mempertanggungjawabkan penggunaan dana itu dalam bentuk laporan kepada Bank Mandiri.

“Ada laporan dari pihak sekolah karena kami juga ingin mengetahui penggunaan  dana bantuan itu untuk membeli apa saja, terkait sarana dan prasarana di sekolah itu,” katanya.

Kepala MTs Negeri Majenang, Moch. Makhrus mengatakan dana bantuan itu direncanakan untuk membeli berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar serta fasilitas sarana dan prasarana madrasah (yod-40)

Sumber : Suara Merdeka

12 Oktober 2014

Kisah Kasihku di MTs Negeri Majenang

Oleh : Ulfah Meita 
Siswi SMAN 1 Majenang dan Alumnus MTsN Majenang


Assalamu’alaikum.Wr.Wb.

Hai kawan, nama saya Ulfah Meita. Teman-teman biasa menyapaku Ulfah atau Meita. Saya merupakan alumni MTs Negeri Majenang angkatan 2012, kini bersekolah di SMA N 1 Majenang kelas XII IPS. Salam kenal buat seluruh teman-teman, khususnya keluarga besar MTs N Majenang. Ok friends, Ulfah mau berbagi cerita dan pengalaman nih selama belajar di MTs N. Semoga aja bermanfaat dan dapat kembali mengingatkan teman-teman akan masa-masa dulu ketika di MTs.

Jujur sebenarnya dulu ketika lulus SD, saya tidak pernah membayangkan akan melanjutkan di sekolah yg berbasis agama.  Saya sempat takut dan minder ketika akan mendaftar ke MTsN karena saya lulusan SD tidak punya bekal agama yang banyak seperti aqidah akhlak, bahasa arab, qur’an hadist, dan fikih. Saya sempat takut akan tersingkirkan oleh teman-teman dari lulusan MI, tapi bude saya meyakinkan saya untuk melanjutkan ke MTsN. Beliau berkata kepada saya,  “Kenapa harus takut untuk belajar? Justru di usia Ulfah yang masih muda harus dibekali dengan ilmu agama yang kuat untuk bekal Ulfah di masa depan karena itu sangat dibutuhkan kelak.”

Setelah saya pikirkan matang-matang, akhirnya saya mantap untuk melanjutkan ke MTs dan MTs yang saya pilih adalah MTs Negeri Majenang dengan alasan prinsip yang  saya tanam sejak kelas 6 SD. “Saya harus sekolah di sekolah negeri  untuk meringankan beban orang tua saya karena biaya sekolah di sekolah swasta rata-rata lebih mahal,” pikir saya kala itu. 



Walaupun awalnya saya tidak berniat melanjutkan sekolah ke MTs, tapi kini saya sama sekali tidak menyesal pernah bersekolah di MTsN. Malahan saya bersyukur sekali pernah bersekolah di MTs Negeri Majenang.


MTs Negeri adalah tempat di mana saya merangkai mimpi  bersama teman-teman. Bagi saya dengan belajar di MTsN seolah saya merasa memiliki keluarga baru dan semangat baru. Ketakutan dan rasa minder yang dulu sempat menghantui saya hilang seketika  dan saya bisa membuktikan bahwa saya bisa bersanding dgn teman-teman dari lulusan MI. Hal itu terbukti dari prestasi saya yang selalu masuk 10 besar bahkan 5 besar di kelas 7 s.d 9. Pelajaran bahasa Arab yang dulu paling saya takuti, justru itu menjadi motivasi saya untuk bisa dan harus bisa, ketika ada hafalan bahasa Arab mau tidak mau saya harus mau dan bisa menghafalkannya sampai hafal, sehingga saat di test saya sudah hafal dan tidak di suruh menjadi patung di depan kelas.

Alhamdulillah, saya tidak hanya berprestasi di dalam kelas saja, tapi saya juga aktif dan berprestasi di organisasi. Hampir semua organisasi di sekolah saya ikuti mulai dari OSIS sampai kegiatan pramuka, sampai- sampai banyak yang bilang saya ketua osisnya padahal saya hanya anggota. Dulu sempat kepikiran untuk mencalonkan diri sebagai ketua osis tapi saya orang tua tidak merestui.


Banyaknya kegiatan saya di sekolah membuat saya sering pualang sore, dan bahkan saya sering pulang jalan kaki sendiri dengan jarak yang cukup jauh dari sekolah ke rumah. Saya juga sering dimarahi karena selalu pulang sore. Ibu sempat berkata,” Ibu  kasihan sama badanmu sendiri, badanmu itu butuh istirahat, wong mesin aja harus istirahat apalagi manusia,” tutur ibu dengan lirih.

Walaupun begitu saya tidak pernah mengeluh karena di organisasi itulah saya bisa mendapatkan pengalaman dan berbagi keluh kesah dengan teman-teman yang lain. Usia di SMP/MTS itu adalah masa-masa di mana anak-anak selalu mencari kebebasan dan memuaskan rasa keingintahuan.  Masa remaja kadang suka dibilang  masa melakukan kenakalan-kenakalan yang sangat menguji kesabaran orang tua dan bapak ibu guru. Saya pun pernah merasakan masa-masa itu, tapi dulu saya arahkan kebebasan dan keingintahuan itu ke dalam kegiatan organisasi, sehingga yang tertuang adalah hal-hal yang positif. 

Keaktifan saya di organisasi dulu membuat saya lebih dekat dengan bapak ibu guru bahkan sampai sekarang saya masih suka berkomunikasi. Saya jadi ngat dulu banyak teman-teman saya yang kurang suka melihat kedekatan saya dengan bapak ibu guru bahkan banyak yang terang-terangan bilang saya “songong”. Saya sempat sakit ketika ada teman yang kurang suka dengan saya, tapi saya yakin siapapun pasti pernah merasakannya juga kan? Saya tidak pernah ambil pusing dengan teman-teman yang kurang suka kepada saya. Biasanya saya anggap itu hal yang wajar dan saya tanggapi mereka dengan senyuman. Walaupun dulu banyak teman-teman yang kurang suka dengan saya, namun tidak pernah marah atau pun dendam dengan mereka karena saya punya prinsip  jika saya mau melayani mereka dgn baik dan tulus, maka mereka juga akan melayani saya dgn baik. Rupanya itu terbukti dari teman-teman yang tadinya kurang suka dengan saya menjadi suka bahkan mau mencurahkan isi hatinya kepada saya, sehingga dulu saya dapat julukan “mamah dedeh, curhat donk”. 

Banyak kenangan-kenangan di MTs yg tidak bisa saya lupakan sampai detik ini termasuk dalam hal percintaan. Dulu banyak teman laki-laki yang benci dgn saya karena saya so berkuasa, so ngatur-ngatur dalam hal tatat tertib sekolah, saya memang paling tidak suka dgn siswa-siswa yg sering melanggar tata tertib sekolah karena saya kasihan dgn orang tua nya yg sudah membiayai sekolah, banting tulang di bawah terik matahari, sampe kehujanan, rela sakit, berkorban agar anaknya bisa tetap sekolah tapi yg di sekolahkan justru tidak tahu terimakasih. Saya tidak melarang seseorang untuk mengekspresikan jiwanya melalui kenakalan-kenakalannya selama itu masih dalam batas kewajaran, karena saya sendiri juga pernah nakal bahkan sering tapi setelah itu saya menyadari, menyesali perbuatan saya, dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Laki-laki yg membenci saya, saya anggap itu hal yg wajar karena mereka belum tahu dan mengenal siapa saya, ketika mereka kesusahan saya berusaha untuk membantunya sesuai dgn kemampuan saya, saya sama sekali tidak benci kepada mereka, dan tidak pernah terduga meraka jatuh hati dgn saya padahal awalnya mereka sangat membenci saya, satu per satu dari mereka saya tolak dgn alasan saya tidak mau menyakiti perasaan mereka yg suka juga dgn saya, sehingga tidak ada satu pun yg saya pilih dan saya menjadikan mereka semua sahabat saya, samapai sekarang saya masih berteman baik dgn mereka walaupun kita sudah sibuk masing-masing, dalam hal percintaan saya punya prinsip “selama saya masih menjadi seorang pelajar maka saya harus fokus belajar, membantu orang tua, dan lebih dekat dgn keluarga tanpa harus di recokin pacar, masalah jodoh itu urusan Allah karena Allah pernah berjaji bahwa laki-laki yg baik untuk wanita yg baik, dan sebaliknya”. Dan Allhamdulillah prinsip itu masih saya jaga hingga detik ini, saya memang jomblo tapi saya bahagia karena banyak orang-orang yg menyayangi saya tanpa saya memintanya.

So, buat temen-temen yg belum di pertemukan dg jodohnya atau “jomblo”, gak usah khawatir asal kita mau berusaha dan melakukan yg terbaik pasti jodoh yg baik akan datang menghampiri, memang sih saya belum pernah pacaran tapi bukan berarti saya gak berpengalaman lho dalam percintaan , pengalaman kan tidak selalu harus di alami/ di rasakan langsung tapi cerita dan curhattan teman juga bisa kita jadikan sebagai pengalaman agar kita bisa lebih berhati-hati kedepannya. Kebiasaan saya menolak cowok-cowok membuat saya sering di marahi oleh sahabat-sahabat saya, yang sampe sekarang masih saya ingat kurang lebih begini perkataannya “ dia itu kurang apa sih, fah?? Dia itu baik banget sama kamu, cakep lagi, suasah buat dapetin cintanya dia, banyak cewe-cewe yg ngejar-ngejar dia, tapi kamu satu-satunya cewe yg dia pilih padahal kamu cuek n jutek nya minta ampun ke dia”. Saya Cuma tersenyum dan menjawab, “ kalo kamu suka sama dia, berarti kamu aja yg pacaran sama dia, aku cuek n jutek karena ada alasannya , aku gak mau di bilang PHP’in anak orang”. Sahabat ku taambah marah denger jawaban ku katanya, “ kalo udah ngomongin soal cowo sama kamu itu susah, kalo aku jadi kamu udah aku pacaran dia, tapi dia sukanya sama kamu bukan aku”. Dengan santainya saya jawab “ maaf, nih pake aja kartu ku buat sms’an sama dia biar kamu bisa lebih deket sama dia”. Sahabatnya dgn seketika gak jadi marah dan senyum-senyum, “ serius kamu, fah??”. Hmm saya geleng-geleng kepala sambil ketawa, “ya serius, kapan sih aku pernah bohong sama kamu?, pegang aja kartu n hp’y ku sekalian sama kamu”. Gak di duga-duga beberapa hari kemudian setelah hp ku dikembalikan sama sahabat ku ternyata cowok itu tahu kalo yg sms’an sama dia itu bukan aku, apa yg terjadi selanjutnya?? Ya jawaban Anda tepat, saya kena marah lagi, apes-apes kena marah terus. Udah ya, kita stop dulu ngomongin soal percintaan, kita lanjut cerita yang lain yuk?

Kalian pasti pernah kan merasakan drop saat lagi banyak masalah, sama saya juga. Setiap orang pasti pernah merasakan kekecewaan atas perlakuan dunia kepada kita, mungkin kita akan berfikir “kenapa dunia begitu kejam memperlakukan kita?”. Ya jawabanya adalah “ karena kita sendiri tidak memperlakukan dunia dgn baik”. Teman-teman saya sering bertanya kepada saya, “ kamu itu pernah sedih dan ada masalah gak sih, fah? Kok kayaknya selalu ceria terus kalaupun sedih Cuma sebentar setelah itu kamu nglawak dan ketawa-ketawa sama temen-temen”. Saya jawab santai, “ namanya orang hidup pasti punya masalah donk, bagaimana cara menghadapinya balik lagi ke kita, mau di bawa sedih atau bahagia??”. Memang terkadang saya sedih bahkan sampe nangis, biasanya kalo saya ada masalah yang pertama saya curhati adalah Allah, kalo udah pasrah kepada Allah rasanya tenang, saya tipe orang tidaak suka membebani orang lain selama aya mampu, sehingga saya jarang curhat ke temen, kalo pun saya curhat tidak semuanya saya ceritakan, orang yg sering jadi tempat curhat saya adalah pak darul guru matematika MTsN, Beliau sudah seperti ayah saya sendiri bahkan orang tua saya saja tidak pernah saya curhati karena saya tidak mau membebani fikiran beliau apalagi usia beliau yg sudah sakit-sakitan. Pernah suatu ketiaka jiwasaya tertekan, ketika menjelang UN hari ke-2 , kedua orang tua saya berselisihpaham hingga terjadi pertngkaran-pertengkaran di depan mata saya karena faktorekonomi, tentu itu membuat saya terkejut belum lagi kakak saya yang baru sadardari koma’nya dan baru sembuh setelah mengalami kecelakaan yg hampir merebut nyawanya, saat itu sulit untuk saya berhenti menangis, saya sempat berfikir tidak akan melanjutkan SMA karena keuangan keluarga kami yg sedang memburuk.

Tapi saya terus yakinkan pada diri saya bahwa saya kuat, saya punya Allah, Allah punya rencana lain yang lebih indah, jangan sampe saya tidak lulus UN karena itu akan menambah masalah baru pasti kedua orang tua saya akan sangat sabar, Allah pasti punya rencana yg lebih indah”. Dimata saya, Beliau sangat sedih. Saya terus melawan kesedihan saya fokus ke UN alhasil nilai UN saya cukup baik walaupun tidak sesuai target, saya berhasil membawa piala juara 3 UN Matematika. Piala itu saya pesembahkan untuk kedua orang tua saya. Ketika saya menunjukan piala itu kepada Ayah saya, Beliau menangis sampai meminta maaf
kepada saya karena belum bisa membayar uang sekolah saya, dan beliau merasa telah gagal menjadi ayah yg baik untuk saya, beliau memukul-mukul tubuhnya sendiri dan terus menyalahkan dirinya sendiri. Saya pun langsung memeluk ayah saya dgn menangis dan berkata “ Ayah gak pernah salah, mungkin ini cobaan dari Allah untuk keluarga kita, berhenti untuk menyalahkan diri sendiri, ayah harus hebat, ayah saya adalah sosok yang yg sangat bertanggung jawab, disiplin, keluarga saya. pekerja keras, dan mengajarkan anak-anaknya untuk hidup mandiri. Kejadian itu memotivasi saya untuk menjadi orang sukses dan bermanfaat bagi sesama khususnya

Beberapa bulan setelah kejadian itu, Allah benar-benar mengabulkan doa saya dan mengangkat drajat keluarga saya, ayah saya bisa bekerja lagi dgn gaji yg cukup, kakak saya yg baru mengalami kecelakaan sembuh total dan sekarang menjadi pemborong listrik, sedangkan kakak saya yang kedua telah selesai skripsi dan akan segera di wisuda, dan saya pun bisa melanjutkan sekolah ke SMA N 1 Majenang. 

Kesimpulannya: Apapun masalah Anda jangan pernah mengeluh dan putus asa, serahkan semuanya kepada Allah karena itu sudah menjadi kehendak-Nya, dan bisa jadi masalah itu adalah perantara dari Allah untuk mengangkat drajat Anda. 

Semoga cerita di atas bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk temen-temen. Wassalamu’alaikum.Wr.Wb.


Buat temen-temen yang mau berteman dgn ulfah di media sosial bisa di add fb ku“ Ulfah Meita”, atau follow twitter ku “ @idiotmeita. Thanks



10 Oktober 2014

“Cita-cita Saya Menjadi Tentara Angkatan Darat”

Okki Pratama Saputra merupakan siswa kelas 8F yang saat ini menjabat Ketua OSIS MTsN Majenang periode 2013-2014. Ia yang kala itu masih kelas 7 berhasil menjadi ketua OSIS setelah meraih suara terbanyak dalam pemilihan langsung tahun 2013. Saat itu remaja kelahiran Cilacap, 06 Oktober 2000 tersebut berpasangan dengan Syafik Maulan.

Anak pertama dari pasangan Karwanto dan Yeti Wahyuni ini memiliki cita-cita ingin menjadi tentara angkatan darat. 

"Setelah besar nanti, saya pengin jadi tentara, khususnya angkatan darat. Semoga cita itu terwujud," ujarnya.

Menurutnya ada dua alasan mengapa berminat menjadi seorang tentara. Pertama, tentara baginya profesi yang mulia dan terhormat karena memiliki tugas untuk mempertahankan NKRI. Alasan kedua, ia terobsesi oleh SBY, seorang tentara yang kemudian menjadi Presiden.

Okki, saat mengikuti kampanye pemilihan ketua OSIS 
Alumnus SDN Pahonjean 05 ini menyadari betul bahwa untuk menjadi tentara tidaklah mudah. Maka sedari dini berusaha untuk mempersiapkan  diri dengan sebaik-baiknya terutama dalam hal fisik dan mental. Hobinya berolahraga menjadi nilai plus untuk mendukung terwujudnya cita-citanya. Selain itu aktif di organisasi menjadi pilihan untuk membina diri dalam kepemimpinan. Semenjak duduk di bangku SD, Okki menjadi ketua kelas sejak kelas 3 sampai kelas 5, ikut dalam pramuka dan dokter kecil (PMR pemula). Begitu pula saat ini Okki sangat aktif dalam berorganisasi. Selain menjabat  ketua OSIS, ia ketua kelas, aktivis pramuka, jurnalistik, PMR dan Paskibra.

Okki, saat menerima Piala Penghargaan sebagai Juara 1
Okki, saat tampil dalam acara Studium General Perbankan
Prestasi yang ditorehkannya pun cukup banyak. Saat di SD  Okki pernah meraih Juara Harapan 3 Lomba Melukis tingkat Kecamatan Majenang, Juara Harapan 2 Lomba PBB-TUB tingkat Kecamatan Majenang. Selama di MTsN, siswa berambut kriting ini pernah meraih Juara 1 Jambore Latihan Gabungan di MA PP Majenang (ketua regu), Juara 1 Lomba Gerak Jalan Pramuka dalam rangka HUT Saka Taruna Bumi (ketua regu), Juara 3 PBB-TUB Se-Kecamatan Majenang (ketua regu), Juara 2 Latihan Gabungan Pramuka di SMK Diponegoro Majenang (ketua regu).
***
Okki, saat menjadi pemimpin upacara HUT RI

Perlu Aturan Baru Mengangkat Guru Madrasah

Jakarta (Pinmas)— Indonesia termasuk negara dengan jumlah tenaga guru yang sangat banyak, bahkan surplus hingga rasionya 1 murid berbanding 9 guru. Dari rasio ini, Indonesia menempati tempat kedua setelah Jepang.

“Ini rasio terindah di dunia, dari sisi jumlah guru dan murid, kita nomor 2 setelah negara Jepang,” demikian dikatakan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Kamarudin Amin, saat membuka acara Penyusunan Rancangan Regulasi Pendidikan Islam, Jakarta, Rabu (09/10).

Namun demikian, Kamarudin  menyatakan bahwa kondisi itu merupakan tantangan yang harus disadari bersama. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan melihat dan mereview regulasi atau aturan secara komprehensif, utamanya yang menyangkut masalah pengangkatan guru. “Misalnya tentang pengangkatan guru madrasah.” tukasnya. 

Saat ini, kondisi yang tejadi ialah  tidak terbendungnya pengangkatan guru. “Ketua yayasan  dan kepala madrasah dengan mudahnya mengangkat guru. Ditambah lagi begitu longgarnya mutasi atau perpindahan guru mengajar,” katanya.

Selain itu, peningkatan mutu dan kualitas lulusan madrasah juga harus terus digenjot. Maklum, mulai tahun depan, Indonesia bersama negara kawasan lainnya akan memasuki pasar bebas Asean, atau lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal ini tentu menuntut agar masyarakat Indonesia mempunyai kapasitas lebih, khususnya para guru di lembaga pendidikan Islam. 

“Ada tantangan yang harus diperbaiki, misalnya dari sisi kapasitas dan kompetensi lulusan madrasah,” kata  mantan Wakil Rektor UIN Makassar dalam kegiatan yang di adakan oleh Bagian Ortala dan Kepegawaian Ditjen Pendidikan Islam.

Kamarudin mejelaskan bahwa dari temuan survey yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) , ternyata Indonesia menempati ranking urutan kedua paling bawah, tepatnya di urutan ke-64 dari 65 negara yang diuji kemampuan akademis siswanya. “Padahal kita mempunyai anggaran 20% secara Undang-undang, ini ukuran negara Asia paling besar,” kata Kamarudin. (sholla/mkd/mkd)

Sumber : Kemenag