makh KELUARGA BESAR MTs NEGERI MAJENANG TURUT BERDUKA CITA YANG DALAM ATAS MENINGGALNYA BAPAK ADRIANI (SUAMI IBU NUR KHAZIMAH, S.Pd GURU IPA MTs NEGERI MAJENANG PADA HARI SELASA, 4 NOPEMBER 2014. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA AMAL BAIKNYA, DIAMPUNI KEKHILAFANNYA DAN DITEMPATKAN DISISINYA

Sabtu, 22 November 2014

Komite MTsN Majenang Gelar Rapat Pleno

Sabtu (22/11) ini, kampus MTs Negeri Majenang kedatangan para orang tua peserta didik kelas VII, VIII dan IX. Mereka mengikuti rapat komite yang diadakan oleh pengurus Komite MTs Negeri  Majenang. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai hal terkait dengan kemajuan dan pengembangan MTs  ke depan sekaligus laporan program komite periode 2013-2014. Hadir dalam rapat pleno, Kepala Desa Pahonjean yang juga pengurus komite, ketua komite beserta semua pengurusnya, dan para orang tua / wali peserta didik.
Kepala MTs Negeri Majenang, H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa rapat pleno komite bertujuan untuk  melakukan musyawarah  bersama mengenai kemajuan MTs. “Kita hadir di sini untuk bersama-sama memikirkan kemajuan madrasah. Perlu dipahami bahwa madrasah ini milik kita bersama, bukan milik  saya atau guru,” ungkapnya. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada prang tua yang selama ini telah bekerjasama dengan baik. “Alhamdulillah, saat ini madrasah kita memiliki 21 kelas,” tegasnya.

Warkim, HW selaku ketua Komite MTs Negeri Majenang berharap dalam rapat pleno ini akan diperoleh hasil yang baik untuk menopang MTs menuju madrasah unggulan. “Selaku orang tua kita harus serius untuk memikirkan kemajuan madrasah ini,” tutur pensiunan PNS itu.


Kamis, 20 November 2014

Delapan Guru MTsN Ikuti Jalan Santai HUT KORPRI dan PGRI ke-69

POSE PESERTA : Peserta jalan santai  HUT KORPRI dan PGRI dari MTsN Majenang
Sebanyak delapan guru MTs Negeri Majenang, Rabu (20/11) kemarin mengikuti jalan santai. Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati HUT KORPRI dan PGRI ke-69 Tingkat Kecamatan Majenang. Jalan santai dimulai pukul 08.00 WIB dengan start di Alun-alun Majenang. Sebelum jalan santai dimulai digelar pula senam aerobik bersama. Jalan santai menyusuri Jalan Diponegoro-Dr. Wahidin kemudian lewat depan RSUD Majenang ke timur sampai depan Jogya Mall selanjutnya balik kanan kembali ke alun-alun. Saat finish di Alun-alun Majenang ada penampilan organ tunggal dengan para penyanyi guru SD. Selain itu dibagikan ratusan doorprize. Sayang, peserta dari MTs Negeri Majenang belum beruntung karena tidak satupun doorprize yang bisa dibawa pulang.

Imam Mujiharto, S.Pd selaku Ketua PGRI Ranting Majenang mengatakan bahwa kegiatan jalan santai cukup meriah. "Suasananya cukup ramai dan meriah. Kegiatan seperti ini penting terutama meningkatkan hubungan baik sesama anggota KORPRI dan PGRI di Majenang. Peserta keseluruhan mencapai 1.500 orang," ungkapnya. 

Selepas mengikuti jalan santai, para guru MTs Negeri Majenang menikmati bakso Wijaya yang terletak di belakang toko LB Majenang. Mereka begitu menikmati santapan bakso, mungkin karena merasa capek, lapar dan haus setelah berjalan yang cukup jauh. Keringat pun bercucuran membasahi pipi. Namun kebahagiaan terpancar dari para guru karena telah ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun  organisasinya yaitu KORPRI dan PGRI.
"Saya senang mengikuti jalan santai ini. Selain badan menjadi sehat, juga dapat bertemu teman-teman dari sekolah lain, " tutur Jaelani, S.Ag, seorang guru Bahasa Arab MTs yang menjadi peserta.
Jayalah selalu KORPRI dan PGRI Majenang!
***

Selasa, 18 November 2014

Emilia, Jadi Guru Model In Service 2 di SMPN 2 Majenang

Emilia, S.Pd, guru Bahasa Indonesia MTs Negeri Majenang terpilih jadi guru model. Ia diberi kesempatan selama 30 menit untuk menampilkan kebolehannya mengajar di hadapan para peserta In Service 2 yang merupakan para guru SMP 10 mapel se-Majenang sebanyak 100 orang. Kegiatan In Service 2 sendiri dilaksanakan di aula SMP Negeri 2 Majenang, Selasa (18/11). Sebelumnya telah dilaksanakan On service 1 di sekolahnya masing-masing yang diamati oleh pendamping. Emilia dinilai sebagai guru sasaran yang baik penampilannya saat on 2.

isteri Lilo Nur Holil dan ibu Apriza Pradita yang lahir di Cilacap, 20 Juni 1990 itu mengajar mapel Bahasa Indonesia. Ia merupakan lulusan Universitas Galuh, Ciamis, tahun 2011. Pembawaannya kalem dan ramah. Salah satu kemampuannya menulis puisi dan karya puisinya pernah dimuat di mading MTs Negeri Majenang. Selain itu saat kuliah sempat menulis beberapa puisi dan sempat akan dibukukan.

Wanita muda berkacamata yang suka membaca tersebut tampil bersemangat. Materinya tentang eksposisi disampaikannya cukup jelas dengan menampilkan video pidato Bung Tomo. Selain itu dibuat lintingan kecil dari kertas yang isinya ada puisi, novel, cerpen dan lainnya.

Selain Emilia,  tampil pula Dwi Raharja Ningsih, S.Pd, guru matematika SMP Negeri 2 Majenang. Acara in 2 dimulai pukul 08.00 WIB. Tampil sebagai narasumber, pengawas SMP Disdikpora, Drs. A. Muslimin, M.MPd. Dalam in 2 ini selain materi yang disampaikan mengenai penilaian raport, ekstrakurikuler pramuka, revisi RPP dan persiapan On 2.

Senin, 17 November 2014

Tim Rebana dan Pop Song Tampil pada Pembukaan Aksioma MI

Tim Rebana MTs saat tampil dalam pembukaan Aksioma
Tim Rebana dan Pop song MTs Negeri Majenang  turut memeriahkan acara Pembukaan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) MI Tingkat Kabupaten Cilacap, Jum’at (14/11) kemarin. Mereka tampil memukau pada pembukaan yang tahun ini digelar di Alun-alun, Wanareja. Hadir dalam pembukaan tersebut, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamudji, Kepala Kemenag Cilacap, para kepala MI dan undangan lainnya.

Tim Pop Song MTs tampil memukau saat pembukaan Aksioma MI
Tim MTs tampil selepas isya di panggung yang lokasinya di alun-alun Wanareja. Saat tampil hujan turun dengan derasnya. Namun, mereka tetap antusias dan berusaha menampilkan kebolehannya di hadapan para penonton yang tetap bertahan di tengah guyuran hujan. Tim rebana di bawah asuhan Sarifudin, S.Pd sedangkan Pop Song digawangi oleh Atik Wigyati, S.Pd. Keduanya ikut mendampingi bersama guru lainnya.



Jumat, 14 November 2014

Pembentukan Dirjen Madrasah Tidak Terhindarkan

Jatinangor (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) mengatakan bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah tidak bisa terhindarkan. Hal ini disebabkan luasnya lingkup tugas dan fungsi yang harus ditangani seiring dengan banyaknya jumlah madrasah, baik negeri apalagi swasta.

“Ini sesuatu yang sudah tidak terhindarkan lagi karena begitu besarnya  ruang lingkup dari Direktorat Pendidikan Madrasah yang harus ditangani,” jelas Menag LHS saat ditemui usai membuka Jambore OSIS Madrasah Nasional Tahun 2014, Jatinangor, Rabu (12/11) lalu. 

“Karenanya, sekarang sudah semakin mendesak upaya untuk bagaimana ini menjadi direktorat jenderal tersendiri karena besarnya lingkup yang harus ditangani,” tambahnya.

Disinggung tentang upaya apa saja  yang sudah dilakukan, putra mantan Menteri Agama KH Saifuddin Zuhri (alm) ini mengaku sedang melakukan kajian mendalam terkait tiga hal, yaitu: pertama dari sisi struktur kelembagaan;  kedua  dari sisi lingkup tigas, rentang kendali, pertanggungjawaban, serta pengorganisasiannya. “Organisasi tata laksananya seperti apa dan seterusnya, itu yang perlu kita kaji,” katanya.

“Dan yang ketiga tentu yang tidak dipisahkan adalah nilai dari kemanfaatan dari adanya lembaga baru ini. Apa manfaat yang bisa didapat dibanding madlarat yang mungkin akan dihadapi,” imbuhnya. 

Direktorat Pendidikan Madrasah adalah unit eselon II yang harus mengurus dan membina seluruh madrasah, mulai dari Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyyah (MI), Madrasah Tsanawiyyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Dengan jumlah madrasah yang sangat banyak dan mayoritas swasta, lingkup tugas ini tentu sangat luas. Apalagi jika dibandingkan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di mana sekolah diurus oleh tiga Direktorat Jenderal, yaitu PAUDNI, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. (mkd/mkd)

Sumber : kemenag

Senin, 10 November 2014

Upacara Bendera Memperingati Hari Pahlawan

“Kalian dapat menjadi pahlawan, minimal untuk diri sendiri dan lingkungan,” itulah salah satu amanat yang disampaikan pembina upacara, Eny suprihatiningsih, Senin (10/11) pagi saat upacara peringatan hari pahlawan. Guru IPA  tersebut menambahkan  bahwa  seorang pelajar harus memaknai hari pahlawan secara luas. Belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh merupakan salah satu ciri dari pelajar yang menjiwai nilai kepahlawan.

Suasana mendung mewarnai upacara bendera.  Bertindak selaku pemimpin upacara, ketua OSIS MTs Negeri Majenang, Okky Saputra. Nampak para guru dan siswa mengikuti  upacara dengan khidmat. Peringatan hari pahlawan tahun ini diselenggarakan secara sederhana melalui upacara bendera.

Beberapa guru memaknai hari pahlawan. Hj. Nur Mardiyah yang dalam kesehariannya mengajar PKn berharap semangat kepahlawanan harus dimiliki oleh seluruh WNI, baik dalam situasi perang maupun damai. Menurutnya hal itu tidak bisa ditawar-tawar lagi jika negara kita ingin eksis dalam situasi pergaulan dunia yang semakin maju dan modern. Tapi menurutnya  harus tetap "Cekelan Waton", maju yang beradab dan berkarakter. Adapun pendapat senada dikemukakan oleh Yusuf Wibisono. Menurut guru Bahasa Inggris ini, momentum hari pahlawan hendaknya dimaknai oleh generasi muda sebagai upaya untuk mempunyai semangat yang tinggi meneruskan cita-cita luhur para pahlawan.
***

Sabtu, 08 November 2014

Sepuluh Guru MTsN Majenang Ikuti Pendampingan Kurikulum 2013


Sebanyak 10 guru MTs Negeri Majenang mengikuti kegiatan pendampingan kurikulum 2013 kluster SMP Negeri 2 dan 3 Majenang. Kegiatan pendampingan selama  dua bulan yang dibagi dalam beberapa sesi  berupa On dan In.  Kesepuluh guru tersebut yaitu Hj. Jamilatun Munawaroh, S.Pd (BP/BK), Akhmad Susanto, S.Pd (IPS), Atik Wigyati, S.Pd (Seni Budaya), Sri Suryani, S.Pd., M.Si (IPA), D. Kurniawan As’ari (PPKn), Ariesta Indriawati, S.Pd (prakarya), Fani Dermawan, S.Pd (Penjaskes), Emilia, S.Pd (B. Indonesia), dan Yuni Rahmawati, S.Pd (B. Inggris). Mereka mengikuti pendampingan bersama para guru SMP di tingkat Majenang.

Kegiatan On dimulai pada pukul 08.30 dengan diawali dengan pembukaan dan sosialisasi bertempat di aula SMP Negeri Majenang,  pada hari Kamis (23/10) lalu. Pada saat on tersebut peserta diberi informasi dan penjelasan tentang kegiatan pendampingan kurikulum oleh H. Nana Sutisna, S.Pd, Kepala SMPN 3 Majenang yang juga ketua panitia. Selanjutnya sosialisasi mengenai kurikulum 2013 oleh pengawas SMP.

Setelah mengikuti sosialisasi, para peserta  menuju ruang kelas dengan berkelompok sesuai mapelnya masing-masing. Setiap kelas terdiri dari sepuluh orang dan didampingi oleh satu orang pendamping. Kegiatanya berdiskusi dan mempersiapkan kegiatan in di sekolahnya masing-masing. Para peserta diminta untuk membuat RPP yang nantinya akan dipraktekkan dan dilihat oleh pendamping.
***

Setelah mengalami beberapa kali perubahan jadwal, sepuluh guru MTs Negeri Majenang  melaksanakan in atau praktek mengajar sesuai dengan RPP yang telah dibuat saat on. Mereka praktek mengajar  di kelas dengan diamati oleh pendamping.
***

Senin, 03 November 2014

55 Siswa Yatim Terima Santunan

Sebanyak 55 siswa kelas VII, VIII dan IX   yang termasuk kategori yatim, piatu atau yatim piatu menerima santunan dari pendidik dan tenaga kependidikan MTs Negeri Majenang.  Masing-masing siswa mendapat santunan sebesar Rp 82.000. Adapun rinciannya meliputi yatim 42 siswa, piatu 10 siswa dan yatim piatu 3 siswa.  

Semua siswa penerima santunan berbaris rapi di lapangan selepas upacara bendera. Kepala MTs Negeri Majenang, H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd menyerahkan amplop berisi uang kepada siswa putra diikuti bapak guru untuk menyalami dan mengusap kepalanya  sebagai bentuk penghormatan. Adapun untuk siswa putri diserahkan oleh Hj. Jamilatun Munawaroh, S.Pd selaku sesepuh yang kemudian diikuti oleh guru putri.

Koordinator keagamaan, Jaelani, S.Ag mengungkapkan bahwa kegiatan santunan diadakan rutin setiap tanggal 10 Muharram. “Tujuannya untuk membahagiakan para siswa yatim.  Semoga para siswa dapat sedikit terbantu meringankan beban kehidupan,” ujar guru Bahasa Arab tersebut. Beliau juga menjelaskan kegiatan santunan untuk melaksanakan perintah Rasul agar menyantuni yatim di bulan Muharram.

Ahmad Alfan Arrizqi, salah satu siswa 7E yang menerima santunan mengaku senang. “Saya sangat senang menerima santunan ini. Ternyata saya diberi perhatian oleh bapak ibu guru.  Rencananya uang ini akan saya gunakan untuk membeli peralatan sekolah,” tutur siswa yang berasal Cipari  itu.

Kebahagiaan lain ditunjukkan para siswa penerima santunan. Ada beberapa yang menitikkan air mata karena teringat dengan orang tuanya yang telah tiada.


”Dan barangsiapa yang membelaikan tangannya pada rambut (kepala) anak yatim di hari 'Asyura, maka Allah Ta’ala mengangkat derajat orang tersebut untuk untuk satu helai rambut satu derajat. Dan barangsiapa memberikan (makan dan minum) untuk berbuka bagi orang mukmin pada malam 'Asyura, maka orang tersebut seperti memberikan makanan kepada seluruh umat Muhammad SAW dalam keadaan kenyang semuanya.” 

Sabtu, 01 November 2014

Remunerasi Harus Berdampak Pada Perbaikan Pelayanan

Jakarta (Pinmas) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, penerapan tunjangan kinerja atau remunerasi harus berdampak secara nyata pada terciptanya iklim kerja yang profesional, produktif, penuh integritas, peka, dan peduli pada perbaikan pelayanan.

Menag mengatakan hal itu pada pembukaan sosialisasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Tunjangan Kinerja di lingkungan Kementerian Agama, Rabu (29/10) malam di Hotel Cempaka, Jakarta. Acara ini dihadiri Sekjen Kemenag Nur Syam, pejabat eselon I dan II serta peserta dari pusat dan daerah.

Menurut Menag, kebijakan tentang tunjangan kinerja merupakan salah satu terobosan dalam reformasi birokrasi untuk mencapai tujuan nasional, tetapi bukan satu-satunya agenda reformasi yang ingin kita capai. “Pemberian tunjangan kinerja berimplikasi positif terhadap perbaikan kesejahteraan pegawai menurut standar yang layak sebagai aparatur negara,” kata Menag.

Sebagaimana kita tahu, lanjutnya, penantian panjang sejak tahun 2013 terhadap peraturan presiden tentang tunjangan kinerja di lingkungan Kemenag telah terealisasi dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 108 tahun 2014 tanggal 18 September 2014 tentang Tunjangan Kin erja yang berlaku untuk Kementerian Agama.

Menag mengatakan, proses lahirnya Perpres Tunjangan Kinerja tidak mudah, tetapi melewati hasil evaluasi jabatan sebagai dasar pemberian tunjangan kinerja yang divalidasi oleh tim dari Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Pelaksanaan evaluasi jabatan di lingkungan Kemenag, termasuk perguruan tinggi keagamaan meliputi 15 jabatan eselon I, 109 jabatan eselon II, 1.222 jabatan eselon III, 5.393 jabatan eselon IV, 2.239 jabatan eselon V, dan 226 jabatan fungsional umum memiliki kerumitan dan kompleksitas yang tinggi.

Setiap jabatan memiliki karakter dan volume kerja yang bervariasi, meskipun eselonnya sama. Maka sangat logis apabila kelas jabatannya pun berbeda-beda. “Saya berterima kasih dan menyampaikan penghargaan atas komitmen dan peran aktif seluruh unit kerja Kemenag pusat, daerah serta perguruan tinggi dalam mempersiapkan dan melengkapi seluruh komponen penilaian reformasi birokrasi yang terkait dengan proses tunjangan kinerja,” ucap Menag.

Komitmen kita semua dalam mencapai dan mempertahankan sasaran kinerja secara konsisten dan berkesinambungan, menurut Menag, sangat menentukan keberhasilan  menjadikan institusi Kemenag lebih professional, lebih berwibawa serta eksistensi dan program-program yang kita laksanakan memberi manfaat yang besar bagi umat, bangsa dan negara.

“Prinsip bekerja dalam satu tim harus selalu ditanamkan dan dibudayakan di semua unit kerja, sehingga tidak ada tempat bagi munculnya mental, perilaku dan egoisme perorangan atau kelompok yang merusak sistem organisasi,” pesan Menag.

Menag lebih lanjut mengatakan, Perpres tentang Tunjangan Kinerja memerintahkan kepada Menteri Agama untuk mengatur ketentuan teknis pelaksanaannya. Untuk itu telah disiapkan tiga  PMA, yaitu pembayaran, penambahan dan pengurangan Tunjangan Kinerja, penetapan kelas jabatan, dan pengangkatan pegawai dalam jabatan fungsional umum.  (ks/mkd/mkd)

Sumber ; kemenag

Selasa, 28 Oktober 2014

Selamat Atas Pelantikan Menteri Agama



Keluarga Besar MTs Negeri Majenang mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak H. Lukman Hakim Saifudin sebagai Menteri Agama RI yang dilantik pada tanggal 27 Oktober 2014 di Istana Negera oleh Presiden Joko Widodo.

Semoga dapat mengemban amanah dengan baik dan terus memajukan madrasah di Indonesia.

Majenang, 27 Oktober 2014
Kepala Madrasah



H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd.
NIP. 19600303 198303 1 004