*Jumlah Peserta Didik Baru MTsN Majenang Tahun Pelajaran 2014-2015 sebanyak 252 Siswa *Selamat dan Sukses untuk Ananda Wafaul Azmi yang Meraih Nilai 10 Mapel Matematika UN 2014 *Selamat dan Sukses untuk Ananda Iis Meinarwati dan Wafaul Azmi Sebagai Peraih Nilai UN Tertinggi MTsN Majenang 2014 *Selamat dan Sukses untuk Ananda Muhammad Nailul Ulum dan Aay Alpiyani Sebagai Peringkat I Kelas 7 dan 8 Paralel 2014

Jumat, 18 Juli 2014

Ekspektasi Masyarakat Terhadap Pendidikan di Madrasah

Oleh : Sarifudin, S.Pd.I. 
Staf Edukatif  MTs Negeri Majenang dan Mahasiswa Pascasarjana STAIN Purwokerto Konsentrasi Manajemen Pendidikan Islam 

Era sekarang ini orang berharap banyak terhadap pendidikan. Lewat pendidikan semua orang sangat berharap akan ada perubahan pola hidup dan perilaku generasi masa depan. Memang tidak bisa dielakan era sekarang, masyarakat mulai membutuhkan pendidikan yang seimbang sebagai bekal untuk menghadapi arus akses teknologi yang sangat mudah didapatkan. Perkembangan zaman tidak bisa dikesampingkan lagi dan tidak bisa dihindari, apalagi hanya dengan bekal pengetahuan umum saja. Tentunya hal demikian butuh perhatian penuh antara pendidik dan anak didik.

Pendidikan bernuansa Islami memang solusi tepat untuk membentengi moral anak bangsa zaman sekarang. Pendidikan Islam menurut Haidar Putra Daulay (2004 : 65) pada dasarnya adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk pribadi muslim seutuhnya, mengembangkan seluruhnya potensi manusia baik yang berbentuk jasmani maupun rohani. Potensi manusia yang berbentuk jasmani adalah potensi sesuatu hal terkait pergerakan tubuh atau life skill. Sedangkan potensi manusia yang berbentuk rohani merupakan bagian pencernaan dari hal-hal yang bersifat ibadah. Di antara keduanya menjadi satu untuk kebutuhan jasmaniyah dan rohaniyah pada diri manusia itu sendiri. Sehingga menumbuh suburkan hubungan yang harmonis setiap pribadi dengan Allah SWT, manusia dan alam semesta. Sehingga pendidikan menurut Faisol (2011 : 7) merupakan wahana untuk mengasuh, membimbing, dan menididik putra putri generasi penerus bangsa untuk bisa menjadi warga negara yang baik supaya mempunyai keseimbangan hidup antara duniawi dan ukhrawi. Keseimbangan hidup dalam hal ini pendidikan memang sudah menjadi selayaknya ditekankan pada masa generasi sekarang, sebagai pondasi kuat dalam menghadapi arus globalisasi yang sekarang sudah mulai kita rasakan. Masyarakat sekarang banyak berharap dari buah hasil pendidikan, tentunya ini menjadi pemicu antusias seluruh anggota lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. 


Modernitas tekhnologi dalam dunia pendidikan pada saat ini cukup membantu sebagian masyarakat sebagai media informasi. Dalam dunia pendidikan kebutuhan akan informasi didapatkan melalui proses kegiatan pembelajaran dari seorang  guru (transfer of knowledge) yang meliputi pengetahuan umum dan agama. Sehingga sistem pendidikan Islam harus dibangun di atas konsep kesatuan (integrasi) antara pendidikan qalbiyah dan pendidikan aqliyah. Dengan demikian, pendidikan Islam menurut Soleh Bagja (2005 : 179) mampu menghasilkan manusia Muslim yang pintar secara intelektual dan terpuji secara moral. Disinilah pentingnya penggalian pendidikan yang bersifat qalbiyah dan pendidikan aqliyah. Sehingga mampu merealisasikan pendidikan yang berbasis masyarakat, ini berarti kebutuhan masyarkat terpenuhi akan pendidikan agama dan pengetahuan umum. 

Madrasah sebagai sarana pendidikan yang berciri khas Islam yang termaktub penyeimbang antara pengetahuan umum dan agama. Dalam hal demikian, masyarkat mempunyai keyakinan akan putra-putrinya yang dititipkan di madrasah, suatu saat kelak menjadi putra-putri yang bisa membanggakan kedua orang tua. Kondisi zaman sekarang yang sedang merebak degradasi moral dan mental, maka dibutuhkan pendidikan yang cukup, sebagai bekal masa depan. Perhatian masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang asal-asalan, saat ini mulai ditinggalkan. Maka dari itu pentingnya memperhatikan kualitas sumber daya manusia yakni tenaga pendidik dan kependidikan. Karena itulah kaitan masyarakat dan pendidikan menurut Umar Tirtarahardja dan S.L La Sulo (2005 : 179) dapat ditinjau dari tiga segi yaitu : Pertama, masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan baik dilembagakan maupun tidak dilembagakan. Kedua, lembaga-lembaga masyarakat atau kelompok sosial masyarakat baik langsung maupun tidak langsung mempunyuai peranan dan fungsi edukatif dan ketiga dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang maupun tidak dirancang dan dimanfaatkan.
Dengan demikian sudut pandang tentang masyarakat adalah sistem sosial yang di dalamnya unit-unit melakukan saling hubungan dalam memberi aksi dan reaksi terhadap setiap peristiwa. Setiap aksi-reaksi masyarakat merupakan respon sekaligus stimulan bagi munculnya inovasi dan transformasi dalam masyarakat itu sendiri. Selama ini orang berharap banyak terhadap pendidikan Islam khususnya madrasah. Sebab lewat pendidikan di madrasah, maka anak-anaknya selain menjadi cerdas, juga diharapkan memiliki akhlak yang baik. Atas dasar  itu, maka lembaga pendidikan Islam yang dikenal maju akan menjadi rebutan orang.  Banyak lembaga pendidikan Islam khususnya masyarakat di perkotaan, meskipun harus membayar dengan biaya yang eksklusif,  banyak  didatangi oleh calon wali murid yang mengetahui mutu dan kualitas hasil pendidikan, harapannya.

Namun dibalik kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap pendidikan Islam, dalam hal ini pendidikan di madrasah dituntut memiliki nilai lebih dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya. Secara nyata masyarakat menginginkan agar nilai-nilai Islam yang ada selama ini dianggap sebagai solusi dan juga harus bisa diwujudkan dalam perilaku para guru, siswa, dan lulusannya. 

Pada saat ini, masyarakat juga menyadari penuh bahwa setingkat apapun lulusannya tidak selalu mudah untuk mendapatkan pendidikan yang ideal. Akan tetapi, masyarakat tidak mau lembaga pendidikan Islam tidak bisa membentuk perilaku atau akhlakul karimah dalam keseharian di masyarakat. Lembaga pendidikan Islam harus berhasil membangun perilaku yang bercirikan akhlaq mulia sebagaimana yang tergambar  pada  nilai-nilai Islam itu sendiri. Akhirnya, hal yang tidak kurang pentingnya adalah bahwa seharusnya  selalu ada  usaha untuk menyadarkan yang mendalam dari kalangan lembaga pendidikan Islam sendiri, bahwa ternyata  masyarakat sekarang selalu memantau dan mengevaluasi terhadap hasil pendidikan Islam yang selama ini ada dalam materi pembelajaran yang ada di madrasah yakni Qur'an Hadits, Aqidah Akhlaq, Fiqih dan SKI. Tentunya penggambaran proses kegiatan pembelajaran ini harus ada stimulan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan penilaian yang positif. 

Rabu, 16 Juli 2014

KKM MTsN Majenang dan Karangpucung Menggelar Sosialisasi Kurikulum 2013

Aula MTs Negeri Majenang, Kamis (17/7) ini dipenuhi para guru yang datang dari berbagai madrasah di lingkungan KKM Majenang dan KKM Karangpucung. Jumlah peserta yang  mengikuti sosialisasi sebanyak 118 guru dari berbagai mapel dan berasal dari 32 madrasah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Cilacap, Makmur Khaerudin, S.H., M.Pd.I, Ketua KKM MTs Majenang, H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd,  Ketua KKM MTs Karangpucung, H. Urip Masduki, S.Ag., M.Si, Kepala SMPN 3 Majenang,  Sulastyo Barnabas, S.Pd, M.Pd dan para kepala MTs di lingkungan KKM MTs majenang dan Karangpucung.

Para peserta dibagi dalam 3 (tiga) ruang yang masing-masing ruang dipandu oleh 3 tutor berasal dari SMPN 3 Majenang yang setahun lalu sudah menerapkan kurikulum 2013.

Urip Masduki, S.Ag., M.Si selaku ketua panitia mengemukakan bahwa acara sosialisasi bertujuan untuk mengenalkan kurikulum 2013 kepada para guru. "Sebenarnya kegiatan sosialisasi ini agak terlambat, namun kita tetap melaksanakannya agar para guru lebih siap," ujar Kepala MTsN Karangpucung tersebut.

Seperti yang diketahui bahwa persipan implementasi kurikulum 2013 mengalami keterlambatan termasuk di sekolah yang berada di bawah kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Sampai diselenggarakannya sosialisasi kurikulum, buku pegangan guru dan siswa masih belum diterima oleh para guru. Bahkan ada diantara sekolah atau madrasah yang sama sekali belum mengikuti sosialisasi.

Para peserta sosialisasi nampak semangat mengikutinya. Mereka mendapatkan materi seputar  rasional kurikulum 2013, silabus, RPP, penilaian dan materi lainnya.

Ketua Seksi Pendidikan Madrasah, Makmur Kaherudin, S.H., M.Pd.I menyambut baik kegiatan sosialisasi kurikulum yang diselenggrakan oleh KKM Majenang dan Karangpucung.
"Kegiatan ini penting karena para guru akan memahami tugasnya seiring dengan perubahan kurikulum baru," ujarnya.
Beliau meminta kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dengan sebaik-baiknya sehingga hasil yang akan dicapai pun maksimal. 

MOPDB Telah Usai, Selamat Datang Peserta Didik Baru

Rabu (16/7) kemarin, kegiatan Masa Orienasi Peserta Didik Baru MOPDB) MTs Negeri Majenang telah  usai. Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar berkat kerjasama yang baik dari semua pihak, panitia MOPDB, OSIS, pendidik dan tenaga kependidikan MTs Negeri Majenang.

Okah Imtikhanah, S.Pd. selaku ketua panitia PPDB secara resmi menutup kegiatan MOPDB saat upacara penutupan kemarin. Dari 252 peserta yang mengikuti MOPDB sebanyak 250 peserta dinyatakan lulus dengan baik. Sedangkan dua anak harus mengulang karena sakit dan tanpa keterangan.

Selamat dan sukses untuk MTs Negeri Majenang. Pengelola web www.mtsnmajenang.sch.id mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada peserta ddik baru yang secara resmi telah diterima. Mari kita bangun bersama MTs Negeri Majenang tercinta. Kita torehkan karya dan prestasi di MTs Negeri Majenang.

Photo kegiatan MOPDB klik di sini

Senin, 14 Juli 2014

Pembukaan MOPDB Digelar di Ruang Aula

Banner MOPDB Tahun Pelajaran 2014-2015
Pembukaan MOPDB  MTs Negeri Majenang tahun pelajaran 2014-2015 digelar di ruang aula MTs. Hal ini mengingat pelaksaan MOPDB bersamaan dengan bulan suci ramadhan. Jika pembukaan dilaksanakan di luar ruangan dikhawatirkan banyak peserta yang kelelahan.  Bertindak selaku pembina,  kepala madrah,  H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd. sekaligus membuka acara MOPDB secara resmi. Kegiatan MOPDB sendiri dijadwalkan dari tanggal 14-15 Juli 2014 dimulai pada pukul 7.30-12.30 WIB yang diikuti 247 siswa dengan rincian 75 laki-laki, 272 perempuan . 108 siswa berasal dari MI dan 239 siwa dari SD.

Dalam sambutannya kepala madrasah mengucapkan selamat datang bagi para peserta didik baru, bergabung menjadi keluarga besar MTs Negeri Majenang.  Selanjutnya beliau mengatakan selama MOPDB untuk tiga hari ke depan, peserta MOPDB diminta untuk saling mengenal (ta'aruf). 

"Kalau dulu teman kalian hanya berkisar 40-80, sekarang temannya 240 lebih," tuturnya.


Materi yang disampaikan selama MOPDB meliputi pengenalan lingkungan madrasah, tata tertib dan kedisiplinan, wiyata mandala, akhlaq dan etika, belajar efektif, motivasi, baca tulis Al Qur'an, Film Motivasi, pembacaan sholat berjama'ah dan lainnya.

Photo kegiatan MOPDB lebih lengkap klik di sini..

Sabtu, 12 Juli 2014

Kalender Pendidikan untuk MTs Tahun Pelajaran 2014-2015

Mulai esok hari, Senin (14/7) akan dimulai Tahun Pelajaran Baru 2014-2015. Salah satu perangkat yang harus disiapkan adalah Kalender Pendidikan. Berdasarkan Keputusan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Nomor : Kw.11.2/1/PP.00/1285/2014 mengenai Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan pada Madrasah dijelaskan bahwa Kalender Pendidikan yang selanjutnya disingkat Kaldik adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.


Sabtu, 28 Juni 2014

Siswa Juara Kelas Paralel Peroleh Penghargaan

Sabtu, 21 Juni lalu, MTs Negeri Majenang kedatangan para orang tua siswa kelas 7 dan 8. Mereka sengaja datang untuk mengambil raport putra-putrinya. Sebelum acara pembagian raport di kelas masing-masing dilangsungkan, seluruh siswa kelas 7 dan 8 berkumpul di halaman madrasah. 

Rupanya Kepala Madrasah, H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd. akan memberikan pembinaan, informasi  sekaligus memberi penghargaan kepada siswa-siswi kelas 7 dan 8 yang berhasil menjadi juara paralel kelas.

Untuk kelas 7 siswa yang berhasil meraih peringkat pertama atau paralel adalah ananda Muhammad Nailul  Ulum dari kelas 7D sedangkan juara paralel kelas 8 ananda Aay Alpiyani dari  8F. Mereka yang berhasil menjadi juara mendapat piala dan bingkisan dan kepala madrasah.

Aay Alpiyani, siswi kelas 8F yang meraih penghargaan mengaku senang. "Alhamdulillah, saya senang dan bersyukur dengan penghargaan ini," ujarnya.

***

Jumat, 27 Juni 2014

Raih Nilai 10 UN Karena Selalu Ingat Pesan Ibunda

Wafaul Azmi Raih Piala Disaksikan Ibunda Tercintanya
Salah satu siswa yang meraih nilai matematika 10 (sempurna)  saat ujian nasional tahun 2014 di Kabupaten Cilacap adalah Wafaul Azmi.  Remaja kelahiran Cilacap, 20 Desember 1998 itu masuk sebagai siswa peraih nilai tertinggi di MTs Negeri Majenang.  

Prestasi yang dicapainya tidak lepas dari peran ibunya. “Kenapa kamu tidak mendapatkan nilai maksimal setiap  kali mengambil raportmu?” demikian ucapan ibunya yang selalu terngiang dan menjadi penyemangat dirinya.

Alumnus SD Negeri  Mulyadadi 02 tersebut bercerita bahwa usaha yang maksimal dan selalu berdo’a kepada Allah SWT merupakan kunci untuk meraih sukses. Selanjutnya saat menghadapi UN jangan terlalu takut dan memperbanyak latihan mengerjakan soal-soal UN. Peran Bapak Darul Rahmadi, S.Pd dengan les tambahan di rumah serta belajar kelompok turut memberi kontribusi besar dalam meraih prestasi gemilangnya.

Dikerjain Guru
Wafa yang lahir dari pasangan Tasirin Hidayat dan Kusniyah sangat senang ketika diumumkan sebagai siswa peraih nilai UN tertinggi dan perolehan nilai matematikanya 10 (sempurna). Dia sempat digodain oleh beberapa guru sebelum pengumuman. 


"Wafa, kamu harus siap ya, dengan apapun hasil UN nanti. Banyak siswa yang dalan kesehariannya berprestasi tetapi tidak lulus UN," demikian salah satu ucapan guru. Saat mendengar ucapan itu, Wafa sempat tertegun bahkan menitikkan air mata. Wafaul yang polos sempat percaya dengan uacapan beberapa guru tersebut. Namun, saat pengumuman dibacakan dan mendengan bahwa dirinya menjadi siswa peraih nilai UN tertinggi dan nilai matematika UN-nya 10 ia langsung sujud syukur dan menangis. Melihat hal itu beberapa guru tersenyum bahkan ada yang tertawa karena telah berhasil mengerjain Wafa. Namun, peristiwa itulah yang ia akui sebagai momen terindah. Ia pun berhal mendapat piala, piagam dan sejumlah uang sebagai pembinaan dari kepala madrasah.

Selama menjadi siswa, Wafa dikenal sebagai siswa yang baik, rajin dan aktif dalam beberapa kegiatan. Bahkan sempat menorehkan prestasi, diantaranya anggota tim sebagai Juara 2 Lomba Lintas Alam di MAN Majenang (2014), Juara Harapan Lomba Olimpiade Matematika se-Cilacap Barat dan Priangan Timur di SMKN 1 Wanareja (2014), Juara 2 Lomba Pidato Dalam Rangka peringatan Mauilid Nabi Muhammad SAW (2012), Anggota Tim Widgame dan Arena Juara 3 LT 2 Pramuka se-Majenang (2013).

Cita-citanya  di masa mendatang, wafa ingin belajar di luar negeri dan menjadi seorang arsitektur bangunan yang handal. Semoga saja cita-cita remaja yang hobi sepakbola dan memancing tersebut dapat terwujud. Amin.

***
Dka 2014

Kamis, 26 Juni 2014

Prestasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan MTs Negeri Majenang

Prestasi pendidik dan atau tenaga kependidikan  MTs Negeri Majenang yang diraih di bidang akademik maupun nonakademik dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir. Sebagian merupakan prestasi di bidang olahraga dan  akademik selama menjadi guru MTs Negeri Majenang.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika MTs Negeri Majenang dan diharapkan akan memotivasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. Berikut daftar prestasi yang telah dicapai selama ini.

PRESTASI YANG DIRAIH NAMA GURU
- Meraih Golongan IV B Ariesta Indriawati, S.Pd.
- Beasiswa S2 dari Kemenag Sri Suryani, S.Pd., M.Si.
- Beasiswa S2 dari Kemendikbud Solihun, S.Pd., M.Si
- Juara 3 Lomba Tenis Meja Hardiknas Majenang 2012 Darto, S.Ag.
- Juara 1 Lomba Tenis Meja HAB Kemenag Cilacap 2012 Darto, S.Ag.
- Juara 1 Lomba Tenis Meja HAB Kemenag Cilacap 2013 Darto, S.Ag.
- Juara 3 Lomba Tenis Meja Doble Putra Majenang Drs. Muttasir dan Darto, S.Ag.
- Pembimbing Siswa Juara 1 Lomba Pidato B. Arab  Tk Jawa  Tengah 2012 Jaelani, S.Ag.
- Pembimbing Siswa Juara 1 KSM Fisika Kabupaten Cilacap Ariesta Indriawati, S.Pd.
- Pembimbing Siswa Juara Harapan 1 Olimpiade Matematika Se-Cilacap Barat dan Priangan Timur 2014 Darul Rahmadi, S.Pd.
- Pembimbing Siswa Juara 1 Pidato Bahasa Jawa Se-Majenang 2010 Darul Rahmadi, S.Pd.
- Pembina Pramuka Sebagai Gudep Tergiat 2 Tahun 2013 Okah Imtikhanah, S.Pd. dan tim
- Juara 2 Lomba Catur Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2013 Atik Wigyati, S.Pd.

Kamis, 19 Juni 2014

Tasyakuran Keluarga Besar MTs Negeri Majenang di RM Trijaya

Suasana acara tasyakuran
mtsnmajenang.sch.id - Kelurga besar MTs Negeri Majenang yang terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan, Selasa (17/6) kemarin mengikuti tasyakuran atas kelulusan 100 persen siswa-siswi MTs Negeri Majenang tahun 2014. Acara tasyakuran diadakan di Rumah Makan Trijaya, Jalan Bhayangkara, Majenang.

Hadir dalam acara tersebut Kepala MTs Negeri Majenang, H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd, yang sekaligus menyampaikan sambutan. Beliau mengemukakan bahwa acara tasyakuran digelar dalam rangka mensyukuri suksesnya pelaksanaan ujian nasional beberapa bulan lalu.

"Selain wujud syukur dengan berdo'a bersama, kegiatan ini diharapkan akan mempererat hubungan antarpendidik dan tenaga kependidikan di MTs Negeri Majenang," ujarnya.

Acara do'a dipimpin oleh Drs. KH. Sukur dan dilanjutkan dengan makan bersama.  Suasana begitu hangat, akrab dan menyenangkan. 
***

Album Photo lebih lengkap di sini

Senin, 16 Juni 2014

Wafaul Azmi, Peraih Nilai UN 10 Diberi Penghargaan

PERAIH NILAI 10 : Wafaul Azmi, Peserta UN yang Meraih Nilai 10 Mapel Matematika UN 2014 Mendapat Penghargaan dari Kepala Madrasah


MTs Negeri Majenang memberikan penghargaan kepada peserta ujian nasional yang berhasil meraih prestasi dengan nilai terttinggi, Sabtu (14/6)  kemarin. Salah satu peserta didik yang mendapat penghargaan tersebut adalah ananda Wafaul Azmi yang mendapat nilai 10 pada mapel matematika UN 2014.

H. Moch. Makhrus, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala MTs Negeri  menjelaskan,  madrasah yang dipimpinnya telah mengalokasikan anggaran khusus untuk memberikan penghargaan berupa piagam, piala, medali dan sejumlah  uang bagi siswa siswi peserta UN yang berprestasi.

Langkah yang ditempuh MTs Negeri Majenang ini, kata dia, sebagai bentuk penghargaan dan memotivasi siswa siswi yang memiliki nilai UN tertinggi hingga urutan kesepuluh.

"Penghargaan berupa dana diperuntukkan bagi siswa siswi peserta UN yang meraih nilai tertinggi dan diberikan langsung di hadapan orang tua siswa kelas IX yang hadir saat pengumuman kelulusan," ujar beliau kepada admin.

Pada kesempatan lain, Wafaul mengaku sangat senang dan bersyukur dengan prestasi ini. "Alhamdulillah, saya merasa bahagia sekaligus bersyukur. Kerja keras selama ini telah membuahkan hasil maksimal," ungkapnya sambil tersenyum.

Sebelum pemberian penghargaan, Wafaul sempat dikerjain oleh para guru. Beberapa guru mengatakan bahwa Wafaul harus siap mental dengan apapun yang terjadi.  "Banyak loh, siswa yang sehari-harinya berprestasi tetapi saat UN tidak lulus," ucap Imam Mujiharto, S.Pd kepada Wafaul sebelum pengumuman. Mendengar ungkapan tersebut Wafaul sempat berkaca-kaca dan menangis. Namun, ketika pengumuman namanya disebut sebagai peraih nilai 10 ia langsung sujud syukur dan menitikkan air mata.
***
  

Photo-photo Saat  Pemberian Penghargaan