makh SELAMAT DAN SUKSES UNTUK TIM JAMBORE YANG MERAIH JUARA 1 LCTP PUTRA DAN JUARA 1 LCTP PUTRI makh SELAMAT DAN SUKSES UNTUK TIM JAMBORE YANG MERAIH JUARA 1 LCTP PUTRA DAN JUARA 1 LCTP PUTRI

20 Oktober 2014

Sosialisasi PKG di Akun Padamu Negeri untuk para Guru

Sabtu (18/10) kemarin para guru MTs Negeri Majenang mengikuti Sosialisasi tentang Penilaian Kinerja Guru (PKG) online melalui akun Padamu Negeri. Dalam kegiatan tersebut dipaparkan mengenai apa dan bagaimana proses PKG di Padamu Negeri. Hadir dalam acara itu Kepala MTs Negeri Majenang, H. Moch. Makhrus, S,Pd., M.Pd, para wakil kepala, dan para guru. Acara dimulai pada pukul 13.00 dan beralhir pada pukul 15.00 bertempat di ruang kelas IX G.

Seperti yang kita ketahui bahwa layanan Padamu Negeri yang digawangi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK) Kemdikbud bekerjasama dengan Telkom merupakan sistem transaksi online yang dibangun menggunakan platform SIAP Online untuk mendukung program pemetaan mutu pendidikan nasional. Selain itu untuk kepentingan pengelolaan data yang lebih cepat, mudah, nyaman dan akurat. Salah satu program terbaru yang diluncurkan adalah penilaian kinerja guru online. Nantinya nilai PKG para guru harus dimasukkan dalam layanan padamu negeri dan berkas-berkas yang berkaitan juga harus diupload.







Proses Menghias Taplak pada Pembelajaran Keterampilan di Kelas 9

Dalam petunjuk yang terdapat dalam KD keterampilan dari Kemdikbud, mata pelajaran keterampilan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan, pertama, mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia. Kedua,  memiliki rasa estetika, apresiasi terhadap produk kerajinan, produk teknologi, dan artefak dari berbagai wilayah Nusantara maupun dunia, ketiga, mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan dan pemanfaatan teknologi sederhana dan keempat,  memiliki sikap profesional dan kewirausahaan.

Pembelajaran keterampilan di MTs Negeri Majenang diupayakan untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Beberapa waktu yang lalu, ibu Neny selaku guru keterampilan kelas IX G mengadakan praktek menghias taplak.  
Para siswa aktif menghias taplaknya masing-masing sesuai kelompoknya. Proses menghias taplak ini sempat diabadikan oleh Ibu Okah melalui kamera.

Berikut photo-photo kegiatan mereka.













17 Oktober 2014

200 siswa MTs Ikuti Studium General Perbankan

Sebanyak 200 siswa MTs Negeri Majenang perwakilan dari kelas VII, VIII dan IX mengikuti Studium General Perbankan di aula MTs Negeri Majenang, Kamis (16/10) kemarin. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Bank Mandiri Cabang Majenang dalam rangka HUT ke-16 melalui Program Bina Lingkungan Mandiri Peduli Pendidikan dengan tema “Mandiri Edukasi, Spirit Memakmurkan Negeri.
Selain studium general, juga diserahkan bantuan dana dari Bank Mandiri kepada MTs Negeri Majenang sebesar Rp 4.000.000. “Penyerahan bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami dalam mendukung MTs sebagai madrasah unggulan di Majenang,” tutur Agus Nur Setiadi selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Majenang tersebut. Untuk wilayah Cilacap Barat bantuan ini hanya diberikan khusus kepada MTs Negeri Majenang karena dinilai yang paling layak. 



Bertindak sebagai narasumber dalam acara studium general, Direktur Mandiri Cabang Majenang, Agus Nur Setiadi. Beliau memaparkan seputar dunia perbankan meliputi apa itu bank, manfaat menabung, profil bank mandiri dan materi lainnya.


Nampak para siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan saat sesi tanya jawab banyak siswa yang aktif mengajukan pertanyaan. Apalagi peserta diberi snack, makan siang dan doorprize. 

Wildan Azka (Kelas IXD) salah satu peserta mengaku senang mengikuti acara itu. "Alhamdulillah, saya bersyukur dapat mengikuti studium general ini. Informasi mengenai perbankan semakin membuka cakrawala pengetahuan saya tentang dunia perbankan," ujarnya. Kegiatan yang diawali pada pukul 09.00 WIB baru berakhir pukul 12.00 WIB. Selanjutnya para peserta menyantap makan siang bersama. *** 
Photo kegiatan lebih lengkap, klik di sini

Bank Mandiri Berikan Bantuan Dana Pendidkan

Penyerahan Bantuan dari Direktur Bank Mandiri kepada Kepala MTsN Majenang
MAJENANG – Bank Mandiri Cabang Kecamatan Majenang, Cilacap memberikan bantuan dana hibah pendidikan sebesar Rp 4 juta kepada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri  Majenang, Kamis (16/10). Kegiatan penyerahan bantuan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-16 Bank Mandiri. Bantuan itu, sebagai upaya mendukung peningkatan  kualitas pendidikan di kecamatan tersebut.

“Penyerahan bantuan itu juga merupakan kepedulian kami dalam pembangunan masa depan bangsa, khususnya di dunia pendidikan,” ungkap Kepala Cabang Bank Mandiri Majenang, Agus Nur Setiadi (16/10).

Menurutnya kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh perwakilan cabang bankitu kepada instansi pendidikan, baik dari tingkat SD hingga SMA di seluruh Indonesia.

Seluruh Indonesia
Selain itu, kata dia, kegiatan yang bertemakan program bina lingkungan mandiri peduli pendidikan itu juga dilaksanakan di 16 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Total sekolah dari tingkat SD hingga SMA di seluruh Indonesia, yang memperoleh bantuan ini mencapai 210 sekolah.”
Dia menambahkan, pihak sekolah yang menerima bantuan itu nantinya harus mempertanggungjawabkan penggunaan dana itu dalam bentuk laporan kepada Bank Mandiri.

“Ada laporan dari pihak sekolah karena kami juga ingin mengetahui penggunaan  dana bantuan itu untuk membeli apa saja, terkait sarana dan prasarana di sekolah itu,” katanya.

Kepala MTs Negeri Majenang, Moch. Makhrus mengatakan dana bantuan itu direncanakan untuk membeli berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar serta fasilitas sarana dan prasarana madrasah (yod-40)

Sumber : Suara Merdeka

12 Oktober 2014

Kisah Kasihku di MTs Negeri Majenang

Oleh : Ulfah Meita 
Siswi SMAN 1 Majenang dan Alumnus MTsN Majenang


Assalamu’alaikum.Wr.Wb.

Hai kawan, nama saya Ulfah Meita. Teman-teman biasa menyapaku Ulfah atau Meita. Saya merupakan alumni MTs Negeri Majenang angkatan 2012, kini bersekolah di SMA N 1 Majenang kelas XII IPS. Salam kenal buat seluruh teman-teman, khususnya keluarga besar MTs N Majenang. Ok friends, Ulfah mau berbagi cerita dan pengalaman nih selama belajar di MTs N. Semoga aja bermanfaat dan dapat kembali mengingatkan teman-teman akan masa-masa dulu ketika di MTs.

Jujur sebenarnya dulu ketika lulus SD, saya tidak pernah membayangkan akan melanjutkan di sekolah yg berbasis agama.  Saya sempat takut dan minder ketika akan mendaftar ke MTsN karena saya lulusan SD tidak punya bekal agama yang banyak seperti aqidah akhlak, bahasa arab, qur’an hadist, dan fikih. Saya sempat takut akan tersingkirkan oleh teman-teman dari lulusan MI, tapi bude saya meyakinkan saya untuk melanjutkan ke MTsN. Beliau berkata kepada saya,  “Kenapa harus takut untuk belajar? Justru di usia Ulfah yang masih muda harus dibekali dengan ilmu agama yang kuat untuk bekal Ulfah di masa depan karena itu sangat dibutuhkan kelak.”

Setelah saya pikirkan matang-matang, akhirnya saya mantap untuk melanjutkan ke MTs dan MTs yang saya pilih adalah MTs Negeri Majenang dengan alasan prinsip yang  saya tanam sejak kelas 6 SD. “Saya harus sekolah di sekolah negeri  untuk meringankan beban orang tua saya karena biaya sekolah di sekolah swasta rata-rata lebih mahal,” pikir saya kala itu. 



Walaupun awalnya saya tidak berniat melanjutkan sekolah ke MTs, tapi kini saya sama sekali tidak menyesal pernah bersekolah di MTsN. Malahan saya bersyukur sekali pernah bersekolah di MTs Negeri Majenang.


MTs Negeri adalah tempat di mana saya merangkai mimpi  bersama teman-teman. Bagi saya dengan belajar di MTsN seolah saya merasa memiliki keluarga baru dan semangat baru. Ketakutan dan rasa minder yang dulu sempat menghantui saya hilang seketika  dan saya bisa membuktikan bahwa saya bisa bersanding dgn teman-teman dari lulusan MI. Hal itu terbukti dari prestasi saya yang selalu masuk 10 besar bahkan 5 besar di kelas 7 s.d 9. Pelajaran bahasa Arab yang dulu paling saya takuti, justru itu menjadi motivasi saya untuk bisa dan harus bisa, ketika ada hafalan bahasa Arab mau tidak mau saya harus mau dan bisa menghafalkannya sampai hafal, sehingga saat di test saya sudah hafal dan tidak di suruh menjadi patung di depan kelas.

Alhamdulillah, saya tidak hanya berprestasi di dalam kelas saja, tapi saya juga aktif dan berprestasi di organisasi. Hampir semua organisasi di sekolah saya ikuti mulai dari OSIS sampai kegiatan pramuka, sampai- sampai banyak yang bilang saya ketua osisnya padahal saya hanya anggota. Dulu sempat kepikiran untuk mencalonkan diri sebagai ketua osis tapi saya orang tua tidak merestui.


Banyaknya kegiatan saya di sekolah membuat saya sering pualang sore, dan bahkan saya sering pulang jalan kaki sendiri dengan jarak yang cukup jauh dari sekolah ke rumah. Saya juga sering dimarahi karena selalu pulang sore. Ibu sempat berkata,” Ibu  kasihan sama badanmu sendiri, badanmu itu butuh istirahat, wong mesin aja harus istirahat apalagi manusia,” tutur ibu dengan lirih.

Walaupun begitu saya tidak pernah mengeluh karena di organisasi itulah saya bisa mendapatkan pengalaman dan berbagi keluh kesah dengan teman-teman yang lain. Usia di SMP/MTS itu adalah masa-masa di mana anak-anak selalu mencari kebebasan dan memuaskan rasa keingintahuan.  Masa remaja kadang suka dibilang  masa melakukan kenakalan-kenakalan yang sangat menguji kesabaran orang tua dan bapak ibu guru. Saya pun pernah merasakan masa-masa itu, tapi dulu saya arahkan kebebasan dan keingintahuan itu ke dalam kegiatan organisasi, sehingga yang tertuang adalah hal-hal yang positif. 

Keaktifan saya di organisasi dulu membuat saya lebih dekat dengan bapak ibu guru bahkan sampai sekarang saya masih suka berkomunikasi. Saya jadi ngat dulu banyak teman-teman saya yang kurang suka melihat kedekatan saya dengan bapak ibu guru bahkan banyak yang terang-terangan bilang saya “songong”. Saya sempat sakit ketika ada teman yang kurang suka dengan saya, tapi saya yakin siapapun pasti pernah merasakannya juga kan? Saya tidak pernah ambil pusing dengan teman-teman yang kurang suka kepada saya. Biasanya saya anggap itu hal yang wajar dan saya tanggapi mereka dengan senyuman. Walaupun dulu banyak teman-teman yang kurang suka dengan saya, namun tidak pernah marah atau pun dendam dengan mereka karena saya punya prinsip  jika saya mau melayani mereka dgn baik dan tulus, maka mereka juga akan melayani saya dgn baik. Rupanya itu terbukti dari teman-teman yang tadinya kurang suka dengan saya menjadi suka bahkan mau mencurahkan isi hatinya kepada saya, sehingga dulu saya dapat julukan “mamah dedeh, curhat donk”. 

Banyak kenangan-kenangan di MTs yg tidak bisa saya lupakan sampai detik ini termasuk dalam hal percintaan. Dulu banyak teman laki-laki yang benci dgn saya karena saya so berkuasa, so ngatur-ngatur dalam hal tatat tertib sekolah, saya memang paling tidak suka dgn siswa-siswa yg sering melanggar tata tertib sekolah karena saya kasihan dgn orang tua nya yg sudah membiayai sekolah, banting tulang di bawah terik matahari, sampe kehujanan, rela sakit, berkorban agar anaknya bisa tetap sekolah tapi yg di sekolahkan justru tidak tahu terimakasih. Saya tidak melarang seseorang untuk mengekspresikan jiwanya melalui kenakalan-kenakalannya selama itu masih dalam batas kewajaran, karena saya sendiri juga pernah nakal bahkan sering tapi setelah itu saya menyadari, menyesali perbuatan saya, dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Laki-laki yg membenci saya, saya anggap itu hal yg wajar karena mereka belum tahu dan mengenal siapa saya, ketika mereka kesusahan saya berusaha untuk membantunya sesuai dgn kemampuan saya, saya sama sekali tidak benci kepada mereka, dan tidak pernah terduga meraka jatuh hati dgn saya padahal awalnya mereka sangat membenci saya, satu per satu dari mereka saya tolak dgn alasan saya tidak mau menyakiti perasaan mereka yg suka juga dgn saya, sehingga tidak ada satu pun yg saya pilih dan saya menjadikan mereka semua sahabat saya, samapai sekarang saya masih berteman baik dgn mereka walaupun kita sudah sibuk masing-masing, dalam hal percintaan saya punya prinsip “selama saya masih menjadi seorang pelajar maka saya harus fokus belajar, membantu orang tua, dan lebih dekat dgn keluarga tanpa harus di recokin pacar, masalah jodoh itu urusan Allah karena Allah pernah berjaji bahwa laki-laki yg baik untuk wanita yg baik, dan sebaliknya”. Dan Allhamdulillah prinsip itu masih saya jaga hingga detik ini, saya memang jomblo tapi saya bahagia karena banyak orang-orang yg menyayangi saya tanpa saya memintanya.

So, buat temen-temen yg belum di pertemukan dg jodohnya atau “jomblo”, gak usah khawatir asal kita mau berusaha dan melakukan yg terbaik pasti jodoh yg baik akan datang menghampiri, memang sih saya belum pernah pacaran tapi bukan berarti saya gak berpengalaman lho dalam percintaan , pengalaman kan tidak selalu harus di alami/ di rasakan langsung tapi cerita dan curhattan teman juga bisa kita jadikan sebagai pengalaman agar kita bisa lebih berhati-hati kedepannya. Kebiasaan saya menolak cowok-cowok membuat saya sering di marahi oleh sahabat-sahabat saya, yang sampe sekarang masih saya ingat kurang lebih begini perkataannya “ dia itu kurang apa sih, fah?? Dia itu baik banget sama kamu, cakep lagi, suasah buat dapetin cintanya dia, banyak cewe-cewe yg ngejar-ngejar dia, tapi kamu satu-satunya cewe yg dia pilih padahal kamu cuek n jutek nya minta ampun ke dia”. Saya Cuma tersenyum dan menjawab, “ kalo kamu suka sama dia, berarti kamu aja yg pacaran sama dia, aku cuek n jutek karena ada alasannya , aku gak mau di bilang PHP’in anak orang”. Sahabat ku taambah marah denger jawaban ku katanya, “ kalo udah ngomongin soal cowo sama kamu itu susah, kalo aku jadi kamu udah aku pacaran dia, tapi dia sukanya sama kamu bukan aku”. Dengan santainya saya jawab “ maaf, nih pake aja kartu ku buat sms’an sama dia biar kamu bisa lebih deket sama dia”. Sahabatnya dgn seketika gak jadi marah dan senyum-senyum, “ serius kamu, fah??”. Hmm saya geleng-geleng kepala sambil ketawa, “ya serius, kapan sih aku pernah bohong sama kamu?, pegang aja kartu n hp’y ku sekalian sama kamu”. Gak di duga-duga beberapa hari kemudian setelah hp ku dikembalikan sama sahabat ku ternyata cowok itu tahu kalo yg sms’an sama dia itu bukan aku, apa yg terjadi selanjutnya?? Ya jawaban Anda tepat, saya kena marah lagi, apes-apes kena marah terus. Udah ya, kita stop dulu ngomongin soal percintaan, kita lanjut cerita yang lain yuk?

Kalian pasti pernah kan merasakan drop saat lagi banyak masalah, sama saya juga. Setiap orang pasti pernah merasakan kekecewaan atas perlakuan dunia kepada kita, mungkin kita akan berfikir “kenapa dunia begitu kejam memperlakukan kita?”. Ya jawabanya adalah “ karena kita sendiri tidak memperlakukan dunia dgn baik”. Teman-teman saya sering bertanya kepada saya, “ kamu itu pernah sedih dan ada masalah gak sih, fah? Kok kayaknya selalu ceria terus kalaupun sedih Cuma sebentar setelah itu kamu nglawak dan ketawa-ketawa sama temen-temen”. Saya jawab santai, “ namanya orang hidup pasti punya masalah donk, bagaimana cara menghadapinya balik lagi ke kita, mau di bawa sedih atau bahagia??”. Memang terkadang saya sedih bahkan sampe nangis, biasanya kalo saya ada masalah yang pertama saya curhati adalah Allah, kalo udah pasrah kepada Allah rasanya tenang, saya tipe orang tidaak suka membebani orang lain selama aya mampu, sehingga saya jarang curhat ke temen, kalo pun saya curhat tidak semuanya saya ceritakan, orang yg sering jadi tempat curhat saya adalah pak darul guru matematika MTsN, Beliau sudah seperti ayah saya sendiri bahkan orang tua saya saja tidak pernah saya curhati karena saya tidak mau membebani fikiran beliau apalagi usia beliau yg sudah sakit-sakitan. Pernah suatu ketiaka jiwasaya tertekan, ketika menjelang UN hari ke-2 , kedua orang tua saya berselisihpaham hingga terjadi pertngkaran-pertengkaran di depan mata saya karena faktorekonomi, tentu itu membuat saya terkejut belum lagi kakak saya yang baru sadardari koma’nya dan baru sembuh setelah mengalami kecelakaan yg hampir merebut nyawanya, saat itu sulit untuk saya berhenti menangis, saya sempat berfikir tidak akan melanjutkan SMA karena keuangan keluarga kami yg sedang memburuk.

Tapi saya terus yakinkan pada diri saya bahwa saya kuat, saya punya Allah, Allah punya rencana lain yang lebih indah, jangan sampe saya tidak lulus UN karena itu akan menambah masalah baru pasti kedua orang tua saya akan sangat sabar, Allah pasti punya rencana yg lebih indah”. Dimata saya, Beliau sangat sedih. Saya terus melawan kesedihan saya fokus ke UN alhasil nilai UN saya cukup baik walaupun tidak sesuai target, saya berhasil membawa piala juara 3 UN Matematika. Piala itu saya pesembahkan untuk kedua orang tua saya. Ketika saya menunjukan piala itu kepada Ayah saya, Beliau menangis sampai meminta maaf
kepada saya karena belum bisa membayar uang sekolah saya, dan beliau merasa telah gagal menjadi ayah yg baik untuk saya, beliau memukul-mukul tubuhnya sendiri dan terus menyalahkan dirinya sendiri. Saya pun langsung memeluk ayah saya dgn menangis dan berkata “ Ayah gak pernah salah, mungkin ini cobaan dari Allah untuk keluarga kita, berhenti untuk menyalahkan diri sendiri, ayah harus hebat, ayah saya adalah sosok yang yg sangat bertanggung jawab, disiplin, keluarga saya. pekerja keras, dan mengajarkan anak-anaknya untuk hidup mandiri. Kejadian itu memotivasi saya untuk menjadi orang sukses dan bermanfaat bagi sesama khususnya

Beberapa bulan setelah kejadian itu, Allah benar-benar mengabulkan doa saya dan mengangkat drajat keluarga saya, ayah saya bisa bekerja lagi dgn gaji yg cukup, kakak saya yg baru mengalami kecelakaan sembuh total dan sekarang menjadi pemborong listrik, sedangkan kakak saya yang kedua telah selesai skripsi dan akan segera di wisuda, dan saya pun bisa melanjutkan sekolah ke SMA N 1 Majenang. 

Kesimpulannya: Apapun masalah Anda jangan pernah mengeluh dan putus asa, serahkan semuanya kepada Allah karena itu sudah menjadi kehendak-Nya, dan bisa jadi masalah itu adalah perantara dari Allah untuk mengangkat drajat Anda. 

Semoga cerita di atas bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk temen-temen. Wassalamu’alaikum.Wr.Wb.


Buat temen-temen yang mau berteman dgn ulfah di media sosial bisa di add fb ku“ Ulfah Meita”, atau follow twitter ku “ @idiotmeita. Thanks



10 Oktober 2014

“Cita-cita Saya Menjadi Tentara Angkatan Darat”

Okki Pratama Saputra merupakan siswa kelas 8F yang saat ini menjabat Ketua OSIS MTsN Majenang periode 2013-2014. Ia yang kala itu masih kelas 7 berhasil menjadi ketua OSIS setelah meraih suara terbanyak dalam pemilihan langsung tahun 2013. Saat itu remaja kelahiran Cilacap, 06 Oktober 2000 tersebut berpasangan dengan Syafik Maulan.

Anak pertama dari pasangan Karwanto dan Yeti Wahyuni ini memiliki cita-cita ingin menjadi tentara angkatan darat. 

"Setelah besar nanti, saya pengin jadi tentara, khususnya angkatan darat. Semoga cita itu terwujud," ujarnya.

Menurutnya ada dua alasan mengapa berminat menjadi seorang tentara. Pertama, tentara baginya profesi yang mulia dan terhormat karena memiliki tugas untuk mempertahankan NKRI. Alasan kedua, ia terobsesi oleh SBY, seorang tentara yang kemudian menjadi Presiden.

Okki, saat mengikuti kampanye pemilihan ketua OSIS 
Alumnus SDN Pahonjean 05 ini menyadari betul bahwa untuk menjadi tentara tidaklah mudah. Maka sedari dini berusaha untuk mempersiapkan  diri dengan sebaik-baiknya terutama dalam hal fisik dan mental. Hobinya berolahraga menjadi nilai plus untuk mendukung terwujudnya cita-citanya. Selain itu aktif di organisasi menjadi pilihan untuk membina diri dalam kepemimpinan. Semenjak duduk di bangku SD, Okki menjadi ketua kelas sejak kelas 3 sampai kelas 5, ikut dalam pramuka dan dokter kecil (PMR pemula). Begitu pula saat ini Okki sangat aktif dalam berorganisasi. Selain menjabat  ketua OSIS, ia ketua kelas, aktivis pramuka, jurnalistik, PMR dan Paskibra.

Okki, saat menerima Piala Penghargaan sebagai Juara 1
Okki, saat tampil dalam acara Studium General Perbankan
Prestasi yang ditorehkannya pun cukup banyak. Saat di SD  Okki pernah meraih Juara Harapan 3 Lomba Melukis tingkat Kecamatan Majenang, Juara Harapan 2 Lomba PBB-TUB tingkat Kecamatan Majenang. Selama di MTsN, siswa berambut kriting ini pernah meraih Juara 1 Jambore Latihan Gabungan di MA PP Majenang (ketua regu), Juara 1 Lomba Gerak Jalan Pramuka dalam rangka HUT Saka Taruna Bumi (ketua regu), Juara 3 PBB-TUB Se-Kecamatan Majenang (ketua regu), Juara 2 Latihan Gabungan Pramuka di SMK Diponegoro Majenang (ketua regu).
***
Okki, saat menjadi pemimpin upacara HUT RI

Perlu Aturan Baru Mengangkat Guru Madrasah

Jakarta (Pinmas)— Indonesia termasuk negara dengan jumlah tenaga guru yang sangat banyak, bahkan surplus hingga rasionya 1 murid berbanding 9 guru. Dari rasio ini, Indonesia menempati tempat kedua setelah Jepang.

“Ini rasio terindah di dunia, dari sisi jumlah guru dan murid, kita nomor 2 setelah negara Jepang,” demikian dikatakan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Kamarudin Amin, saat membuka acara Penyusunan Rancangan Regulasi Pendidikan Islam, Jakarta, Rabu (09/10).

Namun demikian, Kamarudin  menyatakan bahwa kondisi itu merupakan tantangan yang harus disadari bersama. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan melihat dan mereview regulasi atau aturan secara komprehensif, utamanya yang menyangkut masalah pengangkatan guru. “Misalnya tentang pengangkatan guru madrasah.” tukasnya. 

Saat ini, kondisi yang tejadi ialah  tidak terbendungnya pengangkatan guru. “Ketua yayasan  dan kepala madrasah dengan mudahnya mengangkat guru. Ditambah lagi begitu longgarnya mutasi atau perpindahan guru mengajar,” katanya.

Selain itu, peningkatan mutu dan kualitas lulusan madrasah juga harus terus digenjot. Maklum, mulai tahun depan, Indonesia bersama negara kawasan lainnya akan memasuki pasar bebas Asean, atau lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal ini tentu menuntut agar masyarakat Indonesia mempunyai kapasitas lebih, khususnya para guru di lembaga pendidikan Islam. 

“Ada tantangan yang harus diperbaiki, misalnya dari sisi kapasitas dan kompetensi lulusan madrasah,” kata  mantan Wakil Rektor UIN Makassar dalam kegiatan yang di adakan oleh Bagian Ortala dan Kepegawaian Ditjen Pendidikan Islam.

Kamarudin mejelaskan bahwa dari temuan survey yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) , ternyata Indonesia menempati ranking urutan kedua paling bawah, tepatnya di urutan ke-64 dari 65 negara yang diuji kemampuan akademis siswanya. “Padahal kita mempunyai anggaran 20% secara Undang-undang, ini ukuran negara Asia paling besar,” kata Kamarudin. (sholla/mkd/mkd)

Sumber : Kemenag

9 Oktober 2014

Siapa yang Salah Dalam Mendidik Anak?

Oleh : Sarifudin, S.Pd.I.
Tenaga Pendidik MTs N Majenang Kab. Cilacap Prov. Jawa Tengah, Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam di STAIN Purwokerto.

Saling menyalahkan diantara personal memang sudah lazim dalam hal mendidik anak, apalagi jika anak tersebut memiliki perilaku dan karakter diluar ambang batas harapan orang tua dan tokoh masyarakat, berbanding balik jika anak itu sukses.

Mendidik merupakan bagian terpenting dalam proses mengenalkan, memfasilitasi dan merealisasikan dari proses kegiatan belajar dan mengajar di sekolah kedalam berbagai lingkungan. Lingkungan yang lebih menekankan pada teori bukan pada prakteknya akan berdampak pada sifat dan perilaku akan cenderung tidak mengenal lingkungannya. Sedangkan pada lingkungan yang menekankan pada praktek maka anak akan lebih mudah mengekspresikan ide-idenya. Namun semuanya perlu kita sadari bahwa antara teori dan praktek perlu kita seimbangkan, disamping anak mengenal teori juga anak akan mendapatkan materi sebelum mempraktekan dilapangan. Oleh karena itu dalam mendidik menjadi tidak mudah, apalagi semakin berkembang pesatnya fasilitas dan media informasi. Perlunya pendampingan anak dalam mendapatkan informasi menjadi tanggung jawab bersama antara elemen keluarga, elemen sekolah dan elemen masyarakat. Pendampingan yang dimaksud adalah dalam hal lebih mengontrol diri pribadi masing-masing. Sosok orang tua menjadi figur yang lebih mudah dilihat dalam proses pendewasaan anak. Guru menjadi figur dalam hal proses kegiatan belajar dan mengajar terkait lingkungan sekolah. Sedangkan tokoh masyarakat menjadi penyeimbang bagi pendampingan anak dilingkungannya.
         
Contoh gambar pendampingan terhadap anak
Media televesi dan internet sering mendapatkan sasaran empuk terhadap perubahan perilaku dan sifat anak dalam keseharian. Televisi tidak bisa disalahkan begitu saja, perhatian dan pendampingan yang cukup bagi anak sangat dibutuhkan. Maka dari itu peran orang tua sangat penting ketika anak memilih tontonan dalam televisi. Terkadang kita terlalu mudah untuk menyalahkan terhadap keadaan, dan masa bodoh terhadap peran orang tua saat menonton televisi bersama anak. Komunikasi dan bercengkerama memungkinkan dilaksanakan dalam menyelesaikan keadaan yang ada, agar suasana yang tidak sebenarnya dapat kita filter. 

Begitu pula dengan media internet yang akhir-akhir ini sangat mudah kita akses baik melalui handphone maupun di warung internet. Dalam proses pendampingan ini peran orang tua dan guru haruslah memberikan gambaran manfaat pada dunia internet. Sehingga tidak tercipta pemandangan anak malas sekolah hanya gara-gara adanya fasilitas warung internet. Memberikan arahan dalam penggunaan internet untuk kebutuhan wawasan dan pengetahuan menjadi sangat penting jika adanya pendampingan baik dari orang tua, guru dan tokoh masyarakat sekitar.

Dengan demikian kenyataan dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang ada tidak bisa kita salahkan begitu saja karena semuanya berkesinambungan bagi perilaku dan karakter anak dalam mengenal kehidupan. Mawas diri dan saling membenahi diri merupakan wind-wind solution dalam mensikapi faktor perubahan perilaku dan karakter anak dalam keseharian.



8 Oktober 2014

Ketua PGRI Ranting MTsN Majenang Ikuti Konfercab

Imam Mujiharto, S.Pd,  ketua PGRI Ranting MTsN Majenang, Rabu (8/10) kemarin mengikuti Konferensi PGRI Kabupaten Cilacap Masa Bakti XXI tahun 2014 di gedung PGRI  “Dwija Loka” Cilacap. Beliau bersama pengurus PGRI lainnya dari Majenang berkesempatan menjadi peserta dalam kegiatan rutin guru lima tahunan tersebut. Adapun yang mengikuti konfercab dari Majenang terdiri dari unsur 3 pengurus cabang Majenang dan para ketua ranting sebanyak 24 orang.

Menurutnya acara konfercab PGRI diselenggarakan untuk melakukan reorganisasi kepengurusan. “Konfercab ini salah satunya bertujuan untuk memilih ketua PGRI Cilacap periode 2014-2019 dan laporan pertanggungjawaban pengurus PGRI Cilacap periode 2009-2014,” ungkapnya. Dalam konfercab ini muncul 4 (empat) kandidat ketua yang cukup kuat dukungannya yaitu Teguh Sunarko, S.Pd., M.Si. (incumbent dan kabid pemuda dan olahraga), Wuyung Sulistyo Pambudi, S.Pd., M.Si. (Kabid Dikmen Disdikpora), Drs Sunardi, M.M. (Sekretaris Disdikpora Cilacap), dan Drs Nunung  Sugiyono (Kabid Dikdas Disdikpora Cilacap).  

“Suasana gaduh namun tetap terkendali mewarnai jalannya pemungutan suara. Para pendukung dari empat kandidat berusaha mengambil hati calon pemilih termasuk saya,” papar Kepala Perpustakaan MTs Negeri  Majenang ini. Ia menilai bahwa pelaksanaan konfercab secara umum sudah berjalan dengan baik dan proses pemilihan ketua, wakil ketua dan sekretaris juga dilakukan secara terbuka.


Melalui proses persaingan yang cukup ketat akhirnya Wuyung Sulistyo Pambudi, S.Pd., M.Si. berhasil memenangkan pertarungan dengan meraih 270 suara, meninggalkan rival kuatnya Teguh Sunarko, S.Pd., M.Si (incumbent) yang hanya meraih 177 suara. 

Kemenangan mantan kabid PTK ini dapat dimaklumi karena sosok ini dikenal dekat dengan para pengurus PGRI di tingkat ranting. Selain itu pembawaannya yang kalem namun tegas menambah kemantapan para peserta untuk memilihnya sebagai nakhoda PGRI Cilacap lima tahun ke depan.

Selamat bekerja untuk Bapak Wuyung, Saatnya PGRI menjadi organisasi profesi yang sebenarnya. Jauhkan PGRI dari hiruk pikuk politik praktis. ***

MTsN Majenang Potong 1 Ekor Sapi dan 8 Ekor Kambing

Para siswa menyaksikan sapi yang telah disembelih
Pada peringatan hari raya Idul Adha tahun 2014 ini,  keluarga besar MTs Negeri Majenang melaksanakan qurban dengan memotong 1 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Adapun rincian hewan yang dipotong meliputi 5 ekor kambing didistribusikan kepada masyarakat sekitar, tiga ekor kambing dan satu ekor sapi dipotong sendiri di MTs. 

Adapun kelima ekor kambing yang didistribusikan kepada masyarakat meliputi satu ekor ke Masjid Al-Muttaqin, Cigintung, Adimulya, Wanareja, satu ekor kambing ke Masjid Nurul Hidayah, Mulyadadi, satu ekor kambing ke Masjid Al-Istiqomah, Cigobang, Jenang, satu ekor kambing ke Masjid Baetul Mu'min, Cae. Wanareja dan satu lagi musholla Nurul Iman, Mulyadadi.

Menurut ketua panitia, Nurholis, S.Ag pemotongan tahun ini lebih semarak dan hewan yag dipotong lumayan banyak."Alhamdulillah, tahun ini hewan yang dipotong lebih banyak daripada tahun lalu," ujar guru Quran Hadits tersebut.

Adapun Kepala MTs Negeri Majenang, H. Moch. Makhrus mengemukakan bahwa selain berdakwah dan syiar,  para siswa juga diharapkan mengerti dan mempraktekan kegiatan kurban tersebut.